<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474</id><updated>2012-02-17T09:57:39.274+07:00</updated><category term='Cerita'/><category term='Pengalaman'/><category term='Introspeksi'/><category term='Medik'/><category term='Buku'/><category term='Sahabat'/><category term='Perjalanan'/><category term='Nanggroe'/><category term='Renungan'/><category term='Refleksi'/><category term='Cinta'/><category term='Obrolan'/><title type='text'>goresan jiwamu</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>30</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-2189282276810508732</id><published>2008-04-19T14:50:00.003+07:00</published><updated>2008-04-19T15:43:27.694+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><title type='text'>Makkunrai itu Lily Yulianti Farid</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Bertemu Blogger asal Makasar yang satu ini langsung beliau bercerita tentang buku-buku. Beliau yang biasa di sebut Daeng Nuntung ini meminjamkan buku yang menarik padaku. Buku setebal 152 halaman itu baru ku baca keesokan harinya. Buku itu habis kulahap hanya setengah hari saja. Itupun diselingi canda dengan ponakan tercinta. Yang belum bisa membaca dan menulis. Melihat sampul bukunya kami pun lalu menyanyikan sebuah lagu yang sedikit cocok dengan tema &lt;i style=""&gt;cover&lt;/i&gt; itu.&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;Matahari terbenam&lt;br /&gt;Hari mulai malam&lt;br /&gt;Terdenga burung hantu&lt;br /&gt;Suaranya merdu&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;Ku ku…ku ku...ku ku...ku ku...ku ku...&lt;br /&gt;Ku ku…ku ku...ku ku...ku ku...ku ku...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Walau tidak sepenuhnya terwakili. Buku dengan latar langit biru itu memberi karakter kuat. Setidaknya pada gambar siluet seorang perempuan yang melompati pagar dan burung-burung yang berterbangan. Yang mewakili keinginan akan “kebebasan”. Dan itu mewakili cerita yang terdapat dalam buku itu yaitu tentang “makkunrai” yang berarti perempuan dalam bahasa Bugis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Buku yang berisi 11 cerpen ini, menarik disetiap ceritanya. Pemilihan kata yang humoris dan mengalir membuat kita saat membaca ingin segera melahap semua isinya. Kelucuan, keharuan, kegusaran, dan miris kadang kita temukan dalam satu cerita. Melihat &lt;i style=""&gt;setting&lt;/i&gt; dari setiap cerita di dalamnya, tahulah kita kalau sang penulis banyak membaca dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melakukan riset guna mendapatkan gambaran yang benar tentang suatu tempat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setiap makkunrai yang menjadi tokoh utama dalam cerita-cerita ini membawa misi tentang kesetaraan. Atau paling tidak ingin mendapatkan posis setara dalam segala hal. Pesan perjuangan para makkunrai juga kuat. Dimana para makunrai tetap memperjuangkan kehendak bebasnya dalam situasi yang sering tidak menguntungkan bagi mereka, disebabkan meraka makkunrai. Cerita di dalamnya semakin asyik saat mengangkat polemik yang terjadi disekitar kita dan diceritakan dengan ringan. Dimana sentilan terhadap sosial politik dalam negeri dan kondisi dunia secara global di sajikan dengan baik. Seakan kita menyantap hidangan baru yang membuka mata tentang sekeliling kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Membaca buku Lily ini saya seperti melihat Kartini dalam surat-surat kepada sahabatnya. Agak jauh dari kehendak bebas para makkunrai yang banyak terjadi di negeri ini. Setidaknya banyak tokoh dalam Makkunrai dari cerita ini hanya berputar-putar pada dirinya sendiri. Ya, mereka adalah Kartini dalam kotaknya bagi saya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Namun begitu sindiran yang di hadirkan dalam makunrai berjalan laju dari masa lalu sampai dengan kekinian. Membuat mengenang keadaan masa lalu dan sekarang dengan terang. Cerpen ini penuh inspirasi bagi penulis untuk dapat menulis indah. Saya sangat suka dalam pemilihan kalimat serta emosi yang di hadirkan dalam buku ini. Apa lagi bahasa yang humoris dan renyah seperti dalam Nua, Diani dan lelaki Bejat&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;“ kami para warga &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; mencintai mie pangsit ayam Kios Maryana menaikkan bendera setengah tiang. Kami berkabung. Sejak kasus perselingkuhan Akoh, pemilik kios itu menjadi pembicaraan hangat. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Perubahan ini jelas membuat kami para penggemar mie pangsit ayam buatan suami istri itu, terguncang dan kehilangan arah”&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadi saya ucapkan selamat untuk Makkunrai bernama Lily Yulianti Farid atas inspirasi untuk menulis. Dan untuk Daeng Nuntung atas pinjaman bukunya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-2189282276810508732?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/feeds/2189282276810508732/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4776935296774067474&amp;postID=2189282276810508732&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/2189282276810508732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/2189282276810508732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2008/04/makkunrai-itu-lily-yulianti-farid.html' title='Makkunrai itu Lily Yulianti Farid'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-852531202117567727</id><published>2008-04-06T01:03:00.003+07:00</published><updated>2008-04-06T01:26:32.102+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Merpati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/R_fEOAJw2TI/AAAAAAAAAn8/ura71wkUv7Q/s1600-h/917385103_df83840a82.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/R_fEOAJw2TI/AAAAAAAAAn8/ura71wkUv7Q/s200/917385103_df83840a82.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185829240778578226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Terakhir aku melihatnya masih berduaan saat mampir kerumahku. Bermain di dekat ember air di samping rumahku. Sambil sesekali duduk di dahan batang belimbing. Suara riang dan saling bercanda dengan kekasihnya menyelusup masuk ke kamarku. Aku tidak tahu kalau mereka kekasih atau hanya sekedar teman. Tapi dari caranya memandang dan berbicara aku tahu kalau ada cinta diantara mereka. Maka aku memutuskan kalau mereka sepasang kekasih.   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kemarin aku tidak melihat kau datang lagi bermain di samping rumahku atau di pohon belimbing. Memang hujan beberapa hari ini selalu membasahi bumi setelah hari-hari dilanda panas yang sangat. Saat semua yang hidup serasa menjadi lebih tua dari semestinya. Sampai awan yang menggelap membawa kabar akan turunnya rintik air dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Tentu semua bersuka cita. Hanya kau yang kulihat murung. Saat itu aku lihat kehadiranmu di samping jendela kamarku. Tanpa suara dan sendirian. Kau hanya memain-mainkan air di ember sambil sekali menatap langit. Seseolah menunggu sesuatu datang dari &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Kau lebih banyak gelisah dan diam. Sebenarnya aku ingin menanyakan kemana kekasihmu itu. Tapi melihat kau yang begitu resah membuat aku membatalkan niat itu. Dan hanya memandangi semua gerak-gerikmu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hujan kembali turun. Kulihat kau tidak menyadarinya atau kau terlalu sibuk dengan suasana hatimu sendiri sampai kau tidak memperdulikan hujan yang membasahi tubuhmu. Tapi sepertinya waktumu sudah habis di rumahku. Langit sudah muai gelap. Matahari yang tertutup awanpun perlahan tertelan bumi. Kau pun segera pergi tanpa sepatah katapun hari ini. Selalu melewati jalan yang sama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Entah mengapa aku begitu menantikan kehadiranmu. Suara dan candamu mewarnai hari-hariku. Melihat cinta yang begitu tulus diantara kau dan kekasihmu itu. Aku berjanji besok akan bertanya padamu tentang kekasihmu itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hari bersinar cerah. Ini menggembirakan aku. Karena aku yakin tidak akan ada halangan kau untuk datang bermain kerumahku. Aku sudah mempersiapkan sedikit roti agar kita bisa ngobrol panjang nanti. Semoga kau suka. Aku mulai gelisah saat matahari sudah sepenggelan tergelincir ke barat. Ah, masih ada waktu. Tenang. Hanya itu yang bisa aku lakukan. Terus menunggumu. Sampai akhirnya aku tertidur.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Plakkk…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebuah suara membangunkanku. Suara yang berasal dari jendela kamarku. Aku langsung bangkit dan melihat ke jendela.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“astaga, kau kenapa?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kulihat sayapmu terluka. Tapi kau masih sempat menyungingkan sebuah senyum. Langsung kau kubawa masuk ke kamarku. Dengan tergesa-gesa aku mengambil obat merah, perban dan air untuk membersihkan lukamu dengan kapas. Kau terlihat pasrah sambil sesekali membuka matamu. Aku memang bukan Sulaiman dengan mukjizatnya yang dapat berbicara dengan segala hewan. Tapi bolehkan kau memberi tahuku apa yang terjadi denganmu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saat itu tiba-tiba jutaan cahaya berpendar di kepalaku. Aku bagai melihat sebuah film dalam kepalaku. Aku terbang rendah dilangit melewati atap-atap rumah. Berbelok menghindari pohon. Sesekali terbang tinggi berteman awan. Lalu tiba-tiba aku menukik tajam saat melihat sebuah rumah. Aku sangat takut. Tapi disaat yang sama aku begitu penasaran. Saat aku semakin dekat dengan bumi, tiba-tiba mataku melihat sesosok yang sangat aku kenal. Itu kekasihmu. Dia berada dalam sangkar berwarna hijau dengan ukiran emas pada bagian atas sangkar dan pintunya. Iya, itu kekasihmu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba dalam kepalaku keluar suara yang aku juga sangat mengenalnya, itu suaramu tapi terdengar sangat nestapa. Kekasihmu yang disangkar itu mendengarnya. Ia langsung melihat ke arahku. Lalu aku mendekat ke pintu sangkar itu. Aku sepertinya mencoba membuka pintu sangkar dengan paruhku. Tapi tidak berhasil. Malah menimbulkan suara berisik. Sehingga tuan rumah itu terbangun. Melihat aku sedang berusaha membuka sangkar burungnya. Iya cepat-cepata mengambil sapu. Aku masih tidak peduli, aku terus mematuk-matukkan paruhku. Saat tiba-tiba aku melihat sebuah kayu menyambar sayap kiriku. Aku terluka. Tapi masih ingin membuka pintu sangkar itu. Lalu ku dengar suara kekasihmu. Sepertinya perintah untuk pergi. Lalu dengan sayap terluka itu aku terbang. Terbang sampai disebuah rumah yang tak asing bagiku. Ya, Itu rumahku. Aku melihat aku sedang tertidur di kamarku dan Plakkkk. Duaniakupun kembali. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kau dengan matamu sudah membawaku melihat apa yang terjadi sampai akhirnya kau terluka. Kulihat kau masih memejamkan matamu. Tapi aku tahu kau masih bernafas. Dengan perlahan aku membalut lukamu. Air mata ikut membasahi pipiku. Setelah selesai dengan sayapmu. Aku mengambil roti yang telah aku siapkan untukmu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“makanlah”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sepertinya kau tidak sanggup untuk menggerakkan paruhmu. Maka akupun hanya memasukkan air putih saja ke paruhmu dengan sedotan. Biarlah kau pulihkan sayapmu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Beberapa jam sekali aku melihat keadaanmu. Sepertinya kau tidur pulas. Mungkin sangat lelah. Kau berjuang untuk dapat bersama-sama dengan kekasihmu. Menghadang bahaya. Aku jadi teringat akan nasibku disini. Mungkin selama ini aku iri kepadamu. Karena aku tidak bisa berbuat sepertimu. Aku terpaksa harus berpisah dengan kekasihku. Tahu apa yang kulakukan? Aku hanya berdiam diri di kamarku dan memerima takdirku tanpa berbuat sesuatu. Lalu hanya menyimpan dirinya di dalam jiwaku. Namun saat ini kau membawa semangat baru padaku. semangat yang membuat hangat dalam dadaku yang membeku. Semangat yang membuat terang dalam gulita hatiku. Akupun tersenyum. Sambil kembali melihat keadaanmu. Masih tidur. Tapi, kepalamu tergolek tak biasa. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“jangan pergiiiiiiii….”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“bertahanlah….”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“aku akan membantu kau agar dapat kembali bersama kekasihmu”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“demi kekasihmu, bertahanlah”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kau hanya diam. Ya, kau akhirnya menyerah dengan segala sakit dan perihnya. Aku tahu kedatanganmu di kamarku bukan tanpa tujuan. Aku akan menyelesaikan tugasmu. Tentunya setelah menguburkanmu. Tentu kau akan senang jika di kubur di samping rumaku di dekat pohon belimbing itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Keesokan hari aku sudah siap-siap untuk jalan. Aku masih ingat jalan yang dilewati teman merpatiku itu. Setelah mengenali beberapa bangunan dan pohon yang kemarin aku lewati. Sampailah aku pada rumah tujuanku. Setelah mengetuk pintu, keluarlah seorang pria. Aku mengenalnya. Dia yang kemarin memukul sayap merpati dengan kayu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah mempersilahkan aku duduk, aku pun langsung mengatakan maksud tujuan kedatanganku. Dia terlihat tidak senang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“apa bisa saya melihat burung merpati bapak?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“saya sebenarnya tidak suka sama merpati itu. Tapi anak saya yang kecil memaksa”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“tapi sepertinya adik terlambat datang kemari. Merpatinya sudah mati”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“mati?’&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“iya, dia tidak mau makan. Mungkin itu penyebabnya”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Beberapa minggu setelah kematianmu. Aku pun menyusun rencana. Aku akan mencari lagi cintaku. Memperjuangkannya seperti dirimu. Menghadang segala onak durinya. Kalaupun aku harus habis. Aku habis dengan terhormat. &lt;i style=""&gt;Sebuah tulisan manis untumu sahabat merpati ku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-852531202117567727?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/feeds/852531202117567727/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4776935296774067474&amp;postID=852531202117567727&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/852531202117567727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/852531202117567727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2008/04/merpati.html' title='Merpati'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/R_fEOAJw2TI/AAAAAAAAAn8/ura71wkUv7Q/s72-c/917385103_df83840a82.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-3060799196295024706</id><published>2008-03-18T01:53:00.000+07:00</published><updated>2008-03-18T01:54:23.776+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>Tentang Rasa</title><content type='html'>Aku disini menunggumu. Menunggu entah untuk apa. Hanya ingin terus bersamamu walau kau tidak di sampingku. Dengan rasa takut lebih sering menyelimuti tidur malamku. Berteman air mata yang tidak ternamakan. Semilir angin kenangan lebih sering membuat terjaga ketimbang melelapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta, maafkan aku yang membelenggumu dengan rasa ini. Memberikanmu sejuta harapan dalam buih lautan mimpi. Memberi segala kepastian yang aku sendiri tidak dapat memastikannya. Aku mengacaukan dirimu. Aku menjadikan dirimu hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila yang kita punya hanya istana dari pasir, maka akan ku dorong ombak agar tidak mendekati bibir pantai. Akan ku usir angin menjauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa apa lagi yang tidak kita bagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama sepertimu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maafkan aku yang terlalu bodoh menyadari bahwa ini akhirnya akan menyakitimu. Mungkin memberimu luka. Bangunkan aku cinta! Bangunkan! Bangunkan aku, agar aku sadar akulah yang bersalah kerena menyalakan api. Api yang menjalani takdirnya dengan membakar. Aku siap terbakar. Sungguh-sungguh siap. Tetapi aku tak akan memaafkan diriku bila kau ikut merasakan panasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini malam menyepi dan bersandar dibebatuan. Wanginya senyap dan gelapnya menggiriskan. Itukah yang memaksa kita selalu berjaga? Bulan sepotong di beranda tersenyum tolol padaku. Bintang, lalu-lalang jalanan, seekor kelelawar yang bandel, secangkir kopi dan sepotong roti bakar rasa pisang berkarib pada malam yang lelah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah mengatakan bahwa ini bukan urusan kepemilikan, kau sepakat sekaligus tak bersepakat. Tetapi yang pasti aku bertindak tidak adil padamu. Sungguh tidak adil. Aku menyakitimu bahkan tanpa aku menyadarinya. Aku si pungguk yang memaksa bulan tinggal di bumi. Mendandaninya dengan kemanusian dan memasangkannya pada keriuhanku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini dengan rasa itu, aku menunggumu...&lt;br /&gt;Masih menungggu...&lt;br /&gt;Dan terus menunggu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-3060799196295024706?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/feeds/3060799196295024706/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4776935296774067474&amp;postID=3060799196295024706&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/3060799196295024706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/3060799196295024706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2008/03/tentang-rasa.html' title='Tentang Rasa'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-103389048893915041</id><published>2007-09-30T19:17:00.001+07:00</published><updated>2008-03-18T01:46:28.090+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>Kasih Tak Sampai</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/R961EbOf10I/AAAAAAAAAnk/VCcfVfHlQTY/s1600-h/ban.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/R961EbOf10I/AAAAAAAAAnk/VCcfVfHlQTY/s200/ban.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178775709155317570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selama ini hari-hari selalu diselimuti kabut cinta. Menyejukkan dan menentramkan jiwa. Saat kita bercerita atau diam menikmati gerak kehidupan. Terkadang kita tertawa atau menangis bersama dunia. Atau sekedar melanggar rambu di jalan yang kita lewati sambil mengacungkan jari tengah keatas. Atau bersetubuh dalam rimbun pepohonan dan sejuknya udara gunung. Atau bergelut dalam kesumpekan kereta api sambil menyeruput kopi hitam. Sangat indah. Dan ini membuatku tak ingin melepaskanmu. Aku ingin memilikimu. Hanya Aku. Seperti kau yang ingin memiliki diriku utuh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote style="font-style: italic;"&gt;Indah, terasa indah&lt;br /&gt;Bila kita terbuai dalam alunan cinta&lt;br /&gt;Sedapat mungkin terciptakan rasa&lt;br /&gt;Keinginan saling memiliki&lt;/blockquote&gt;Cinta tidak harus memiliki. Begitulah perasaan ini harus berakhir. Setelah kita tidak menemukan lagi alasan yang paling bijaksana untuk menjelaskan segala situasi ini. Kau tetap jauh disana. Dan aku disini bagai pungguk merindukan bulan. Ikatan itu tidak pernah ada untuk kita. Kita hanya air dan daun talas. Berada dalam kebersamaan namun tidak pernah bisa bersatu.&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="font-style: italic;"&gt;namun bila itu semua dapat terwujud&lt;br /&gt;dalam satu ikatan cinta&lt;br /&gt;tak semudah seperti yang pernah terbayang&lt;br /&gt;menyatukan perasaan kita&lt;/blockquote&gt;Bersamamu adalah waktu terindah. Kenangan terbaik. Dan doa-doa terpanjatkan dengan tulus. Air matapun mengalir penuh syukur. Kau yang sudah mengubah duniaku. Kau yang menarikku dari surga. Lalu menuntun aku berjalan di bumi ini. Bertelanjang kaki. Dan menikmati setiap tusukan kerikilnya. Panas tanahnya. Di bumi ini semua kebersamaan kita terjejak dan menjadi saksi. Bagai bintang yang mengindahi malam.&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="font-style: italic;"&gt;Tetaplah menjadi bintang dilangit&lt;br /&gt;Agar cinta kita akan abadi&lt;br /&gt;Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini&lt;br /&gt;Agar menjadi saksi cinta kita...berdua&lt;/blockquote&gt;Hari-hari bagaikan pendaran cahaya kunang-kunang tanpa kau disisiku. Tiada senyum bintang atau tawa bulan. Takdir sudah kejam memisahkan kita. Aku tahu tidak dapat memutar kembali waktu. Namun aku tidak ingin berakhir seperti ini. Tapi bila ini yang harus terjadi. Aku ingin terus mencintaimu. Menjadikanmu kekasih didalam hatiku.&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="font-style: italic;"&gt;Sudah, lambat sudah&lt;br /&gt;Ini semua harus berakhir&lt;br /&gt;Mungkin inilah jalan terbaik&lt;br /&gt;Dan kita mesti relakan kenyataan ini&lt;/blockquote&gt;Kau selalu hidup dalam hatiku. Terus menjadi matahari di siangku dan bulan di malamku. Kenangan bersamamulah yang menyelimuti tidur malamku. Suaramu terus bergema dalam jiwaku. Kau masih kekasihku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Thanks &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Padi&lt;/span&gt; buat liriknya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-103389048893915041?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/feeds/103389048893915041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4776935296774067474&amp;postID=103389048893915041&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/103389048893915041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/103389048893915041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/09/kasih-tak-sampai.html' title='Kasih Tak Sampai'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/R961EbOf10I/AAAAAAAAAnk/VCcfVfHlQTY/s72-c/ban.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-2116938952209090047</id><published>2007-09-18T14:41:00.000+07:00</published><updated>2007-09-18T16:03:49.265+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nanggroe'/><title type='text'>Tarrawih at Mesjid Raya</title><content type='html'>Ramadhan ke-4 adalah hari pertama aku berpuasa, setelah kemarin kedatangan tamu bulanan. Entah kenapa sudah 2 kali ramadhan ini aku punya kebiasaan aneh, yaitu lemas sesudah berbuka. Saat puasanya aku sanggup melek dan berkegiatan, namun setelah berbuka langsung ngantuk dan lemes badan semuanya. Padahal bila berbuka aku sangat normal. Berbuka dengan segelas air manis ditambah 2 atau 3 potong kue.  Dan bila sudah lemas begini maka menjalar ke malas makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena puasa pertama, maka tarrawihnya pun pertama. DanMesjid Raya Baiturrahman (mesjid kebanggan ureung Atjeh) menjadi pilihan. Cuma Ingin merasakan aja keramaiannya dalam ramadhan ini. Dan selesai berbuka maka aku bersama seorang teman pergi menuju mesjid. Tidak begitu jauh dari rumahku, hanya 5 menit bila naik motor. Tapi karena ramai, maka butuh 15 menit untuk sampai dan mencari parkiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masbuk (bener gak ya tulisannya) satu rakaat sholat isya. Lalu dilanjutkan dengan ceramah agama. Kali ini  penceramah adalah Kapolda  NAD. Aku tidak begitu mendengarkan apa yang diceranahkan, bukan apa-apa, aku lagi asyik duduk di luar (teras mesjid) tempat aku sholat. Aku sholat di teras karena di dalam sudah penuh. Saat itu udara dingin dan angin bertiup kencang. Ada pemandangan yang bikin aku betah disitu, adalah kawanan burung gereja (hah? burung gereja ada di mesjid? murthad tuh burung) hehehe... Karena angin yang kencang maka mereka berhamburan di udara. Indah banget dan kasihan juga lihatnya. Tanpa terasa ceramah selesai dan shalat tarrawihpun dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat tarrawih yang kukerjakan adalah delapan rakaat, dengan empat kali salam. Terus aku lihat ada sebahagian orang tidak melanjutkan witir, mereka keluar. Aku lalu lanjut dengan tiga rakaat witir. Setelah selesai, ternyata ada gelombang kedua. Orang-orang yang keluar tadi masuk lagi untuk shalat tarawih lagi sampai 20 rakaat dengan diganti imam baru lagi. ternyata mesjid Raya cukup fair untuk menyelenggarakan shalat tarrawih dengan dua versi itu (8 dan 20 rakaat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa indahnya bila keragaman dan berbagai perbedaan bisa disikapi dengan lapang dada dan besar hati. Semoga semangat kebersamaan ini tetap bersemi sesudah ramadhan nanti. Dan Aceh tidak lagi menjadi daerah konflik yang berdarah-darah lagi. Apa lagi "mandi darah saudara-saudaranya sendiri". Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini beberapa foto yang sempat terekam kamera HP ku yang tidak seberapa ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/Ru-NfWlMqiI/AAAAAAAAAdU/UL_9sEzKctI/s1600-h/DSC00003.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/Ru-NfWlMqiI/AAAAAAAAAdU/UL_9sEzKctI/s200/DSC00003.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5111459671865862690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/Ru-Nf2lMqjI/AAAAAAAAAdc/buNV5V9pong/s1600-h/DSC00004.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/Ru-Nf2lMqjI/AAAAAAAAAdc/buNV5V9pong/s200/DSC00004.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5111459680455797298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/Ru-Nf2lMqkI/AAAAAAAAAdk/Sn6ROjT2I1E/s1600-h/DSC00007.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/Ru-Nf2lMqkI/AAAAAAAAAdk/Sn6ROjT2I1E/s200/DSC00007.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5111459680455797314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ket Gambar:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1. Jamaah sholat sampai ke teras mesjid&lt;br /&gt;2. Jamaah gelombang ke 2&lt;br /&gt;3. Lalu lalang saat pulang&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-2116938952209090047?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/2116938952209090047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/2116938952209090047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/09/tarrawih-at-mesjid-raya.html' title='Tarrawih at Mesjid Raya'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/Ru-NfWlMqiI/AAAAAAAAAdU/UL_9sEzKctI/s72-c/DSC00003.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-7434272154489052666</id><published>2007-09-10T22:17:00.000+07:00</published><updated>2007-09-15T22:19:21.387+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sahabat'/><title type='text'>Sahabat</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(51, 204, 255); font-style: italic; font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;Sebuah tulisan yang kupersembahakan untukmu sahabatku (Jamilah)&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;“Aku ada cerita seru niy” ujarmu suatu sore saat aku dengan sengaja mampir ke tempat kerjamu. Kangen ngobrol dan berbagi berita denganmu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kau adalah sahabatku, sahabat yang saat pertama berjumpa sudah mencuri hatiku. Kepolosan, kejujuran serta kesederhanaanmu membuatku betah untuk berlama-lama ngobrol dan curhat denganmu, walau kita sadari masing-masing bahwa sifat kita sangat berbeda jauh. Tapi itulah yang membuat kita tetap menjadi sahabat hingga sekarang. Aku sudah mengganggapmu seperti saudaraku sendiri. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kini kulihat sayap-sayapmu sudah melebar, mulai menampakkan keindahannya. Kepompong itu sudah pecah. Ulat itu kini telah berubah menjadi kupu-kupu yang indah. Dan tahukah kau betapa bahagianya aku. Ya saat kau menceritakan berbagai pengalamanmu padaku, aku bersyukur bisa mengenalmu dan ikut melihat kau berkembang. Kau yang pemalu sudah menjadi si percaya diri sekarang. Kau yang penakut sudah menjadi pemberani kini. Kau yang si pengikut sudah menjadi si penentu sekarang. Aku turut bahagia sobat. Sangat bahagia. Sekaligus iri, sangat iri. Karena aku sudah ketinggalan darimu. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dahulu kau dibelakangku. Kau akan ikut kemanapun aku terbang. Karena kau terlalu takut untuk terbang sendirian. Lalu sedikit demi sedikit kau coba mencari jalanmu sendiri, mencoba terbang dengan kekuatan sayap-sayapmu. Ternyata terbang dengan keinginan sendiri lebih menyenangkan bukan? walau saat angin bertiup kencang kau sempat kehilangan arah. Dan kau tahu, aku ada untukmu. Begitu juga diriku terhadapmu.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku banyak belajar darimu tentang ketabahan dan kesabaran. Tentang kerja keras dan air mata. Seperti aku juga belajar darimu tentang keteguhan hati dan harga diri. Kulihat sayap-sayapmu mulai menemukan irama dalam kepakannya. Semakin dinamis dan indah. Bagai tarian saman yang anggun namun berenergi. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kau mengatakan aku selalu lebih beruntung darimu. Tahukah sobat, kaulah yang lebih beruntung dariku. Kau kini bukan kupu-kupu taman lagi, namun kau kupu-kupu hutan. Pengetahuanmu tidak lagi terbatas pada taman yang telah disediakan, namun telah terbang ke dalam hutan dengan segala aneka macam tumbuhan. Kau bisa memilih memakan nektar dari bunga yang ada. Kau belajar memilih bunga mana yang baik dan tidak baik untuk dihisap sarinya. Dan kau juga lebih tangguh karena dihutan tentu lebih banyak musuh. Bertahan hidup dihutan tentu lebih sulit ketimbang di taman. Hi, aku sudah kemana-mana menceritakanmu.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sahabat, bila umur kita panjang, aku ingin persahabatan ini tetap terjalin. Sampai kita tua. Kau akan menjadi salah satu ceritaku pada anak cucuku. Mereka akan belajar tentang persahabatan darimu. Dari kisah kita. Semoga. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-7434272154489052666?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/7434272154489052666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/7434272154489052666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/09/sahabat.html' title='Sahabat'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-8878334634785151185</id><published>2007-08-04T03:24:00.000+07:00</published><updated>2007-08-04T10:03:42.132+07:00</updated><title type='text'>"...if the king only knews!"</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);font-family:georgia;font-size:180%;"  &gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);font-family:georgia;" &gt;ejak ratusan tahun lalu, dari ujung Granada di selatan sampai Konstatinopel di timur. Angin yang berbisik membawakan pesan pedih, bercampur setengah harap : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0);font-family:georgia;" &gt;"...if the King only knews!"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);font-family:georgia;" &gt;Di dunia timur tak jauh beda. Pada gugusan pulau dari ujung Seram sampai Pasai, setiap doa yang dipanjatkan, selalu disisipi ratap keputusasaan: &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-style: italic;"&gt;"...seandainya Baginda tahu!!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);font-family:georgia;" &gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dulu, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;k&lt;/span&gt;romo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; di jaman jawa kerajaan mengenal istilah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(192, 192, 192);font-family:georgia;" &gt;pepe&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);font-family:georgia;" &gt;. Yakni berjemur di alun-alun sebagai bentuk protes. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;S&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;uatu tradisi  perlawanan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;kromo &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;terhadap raja, yang didasari ketidakpuasan atas kebijakan yang  diambil kerajaan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;Kromo &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;yang tidak puas itu merebahkan diri di alun-alun, berjemur  di bawah sinar matahari, dan rela diguyur hujan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;untuk memohon perhatian raja&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kromo &lt;/span&gt;akan tetap berjemur di antara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ringin kurung&lt;/span&gt; (beringin kembar di alun-alun) sampai protesnya ditanggapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);font-family:georgia;" &gt;Bagaimana di Nusantara kontemporer? &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);font-family:georgia;" &gt;Nyaris tak berubah. Sekarang dan disini, dari pelosok dataran tandus Gunung Kidul sampai lautan lumpur Sidoarjo, semilir angin menenteng rintihan serta keluhan nestapa yang menyayat : &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;"..seandainya tuan presiden tahu!"&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-family:georgia;" &gt; Ah, lalu berbondong-bondong dan berkerumun-kerumun nestapa diadukan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);font-family:georgia;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);font-family:georgia;" &gt;Bayangkan suatu hari, ketika sedang nyeyak-nyeyaknya tidur tiba-tiba lumpur menyembur. Pertama hanya menggenangi sawah. Kemudian pekarangan, lalu perlahan masuk pelataran rumah. Sebulan berselang, masjid, kuburan, jalan desa sampai lapangan bola berubah menjadi genangan lumpur yang mengerikan. Hanya lumpur sejauh mata memandang, lumpur dan lumpur. Setahun berselang janji hanyalah janji.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya,&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(192, 192, 192);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;if the King only knews, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;seandainya baginda tahu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;seandainya tuan presiden tahu&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;selalu &lt;/span&gt;menjadi mantra dan jalan keluar. King, Baginda atau &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Tuan Presiden dianggap orang-orang pilihan yang di tunjuk langsung oleh tuhan dengan membajak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;V&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;ox populi vox dei. &lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Pepe&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;di jaman kontemporer?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, demokrasi modern yang dikarbit disini bukankah telah menciptakan katup-katupnya sendiri? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Saluran disediakan,  mekanisme di bakukan seperti &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;c&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;oblosan &lt;/span&gt;yang menjadi &lt;span&gt;jalan keluar. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;R&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ealitas &lt;/span&gt;&lt;span&gt;di remas dan di kemas oleh &lt;/span&gt;TV dan koran lengkap dengan manipulasinya. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Selalu dan lagi-lagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kromo &lt;/span&gt;dirampok elitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bila lumpur tetap menyembur? Bukan berati Tuan presiden tidak tahu derita rakyatnya. Juga bukan berarti ber&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;bondong&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(192, 192, 192);"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;bondongnya jerit tangis yang diadukan tak didengar. Bukan, sekali kali bukan. Tuan Presiden kita tahu kok derita rakyatnya. Tak percaya? Buktinya ketika ketika rombongan diterima, Tuan Presiden kita menangis saking terharunya sambil menahan geram, "Saya akan turun gunung secepatnya" Hasilnya mujarab. L&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);font-family:georgia;" &gt;umpur serta segala masalahnya tetap menyembur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Raja, Baginda atau Tuan Presiden selalu dianggap menjadi si &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apokalips&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;yang berhak  memiliki keistimewaan, tentang sesuatu yang tersembunyi dari umat manusia pada umumnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);font-family:georgia;" &gt;Dan dengan memaknai raja  sebagai wakil tuhan yang pengasih dan maha penyayang arti kalimat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(192, 192, 192);font-family:georgia;" &gt;"seandainya baginda tahu"&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);font-family:georgia;" &gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Seandainya tuan presiden tahu"&lt;/span&gt; dianggap menjadi harapan terakhir penyelamatan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(192, 192, 192);font-family:georgia;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(192, 192, 192);font-family:georgia;" &gt;Dus , &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);font-family:georgia;" &gt;j&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);font-family:georgia;" &gt;adilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kromo &lt;/span&gt;selalu dibodohi dan dipaksa percaya. Seandainya raja atau tuan presiden tahu, dia pasti akan membebaskan nestapa rakyatnya dengan menghukum menteri-menterinya yang jahat. Tentu, termasuk menghukum menteri yang rajin menghibahkan puluhan ribu meter kubik lumpur tiap hari. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sayangnya, seperti&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);font-family:georgia;" &gt;biasa pertolongan raja tak kunjung datang. Tak ada yang mau mempercayai bahwa raja, baginda atau presiden telah melupakan mereka. Bahkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kromo &lt;/span&gt;juga tak tahu atau tak mau tahu justru bagindalah yang pertama mengkhianati rakyat. Baginda rajalah yang dengan penuh kesadaran membiarkan menteri, hulubalang, punggawa sampai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(192, 192, 192);font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;kroco belo&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);font-family:georgia;" &gt;nya menindas dan merampok untuk kepentingannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi suara lirih yang di dendangkan dari Granada sampai Konstatinopel, dari Seram sampai Pasai dan dari Gunung Kidul sampai Sidoarjo haruslah dimaknai sebagai suara keabadian. Nyaris seabadi tuhan itu sendiri. Suara keabadian yang bahkan para rasulpun menyerah membujuk suara itu agar diam. Keluh di Hira atau teriakan di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gumuk &lt;/span&gt;Golgota hanyalah penegasan  atas kegagalan misinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-8878334634785151185?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/feeds/8878334634785151185/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4776935296774067474&amp;postID=8878334634785151185&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/8878334634785151185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/8878334634785151185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/08/if-king-only-knews.html' title='&quot;...if the king only knews!&quot;'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-3786791327091452071</id><published>2007-08-03T09:11:00.000+07:00</published><updated>2007-08-03T15:02:49.514+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Medik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Resep</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Sore itu aku menemui seorang teman di apotik tempat tempatnya bekerja. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; sedikit urusan dengannya. Apotik itu juga tempat dulu aku bekerja bersamanya. Saat itu sedang ramai dan aku memutuskan untuk menunggu saja dan membiarkanmu melayani pasien yang datang untuk menebus resepnya.&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Saat itu ada sepasang orang tua yang sedang membawa anak berusia sekitar 3 tahun. Terlihat sang anak begitu lemah dipangkuan sang ayah. Lalu tiba-tiba ingatanku kembali kepada kejadian beberapa tahun lalu. Saat di sebuah koran diberitakan tentang kematian seorang bocah berumur sekitar tiga tahun (Khaerunisa) meninggal akibat muntaber.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kematiannya menjadi fenomenal dikarenakan si bapak (Supriono) yang hanya berprofesi sebagai pemulung tidak bisa menyewa mobil jenazah dan membawa mayat si anak dengan menggendong dan menumpang di kereta rel listrik (KRL) jurusan &lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt; - &lt;st1:city st="on"&gt;Bogor&lt;/st1:city&gt; dimana sang anak rencananya akan dimakamkan di Kampung Kramat, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bogor&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sial baginya, Supriono dibawa ke Polsektro Tebet oleh penumpang KRL yang curiga. Ia pun dipaksa kembali ke RSCM untuk urusan autopsy. Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa Khaerunisa sudah empat hari terserang muntaber. Dia sudah membawa Khaerunisa untuk berobat ke Puskesmas Kecamatan Setiabudi. "Saya hanya sekali bawa Khaerunisa ke puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas meski biaya hanya Rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik yang penghasilannya hanya Rp 10.000,- per hari". Ujar bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel KA di Cikini itu Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh dengan sendirinya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Selama sakit Khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan kakaknya, Muriski Saleh (6 thn), untuk memulung kardus di Manggarai hingga Salemba,meski hanya terbaring digerobak ayahnya Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya Khaerunisa menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (5/6/2005) pukul 07.00. Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan terbaring di dalam gerobak yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau. Tak ada siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ya, hidup negara ini sudah begitu kejam. Jangankan untuk hidup, bahkan untuk matipun sulit. Kalau kau miskin maka jangan mati, karena kau akan bernasib sama seperti Khaerunisa nanti. Ternyata Negara ini belum berpihak kepada si miskin. Memberantas kemiskinan hanya omong kosong belaka, ternyata si miskin tetaplah miskin. Dan ini terjadi di negara yang beragama dan Pancasilais. Lalu dimana letak kemanusiaan?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Namun aku sepakat dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Psikolog Sartono Mukadis untuk kasus Chaerunisa. "Peristiwa itu adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dosa&lt;/span&gt; &lt;b style=""&gt;masyarakat&lt;/b&gt; yang seharusnya kita bertanggung jawab untuk mengurus jenazah Khaerunisa. Jangan bilang keluarga Supriono &lt;b style=""&gt;tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan tempat tinggal dan alamat tetap&lt;/b&gt;. Ini merupakan tamparan untuk bangsa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;". &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Negara ini hanya mampu menyisihkan 2,6% dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk kesehatan.  Bandingkan bila  dana &lt;a style="color: rgb(51, 102, 255);" href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0305/25/Fokus/331220.htm"&gt;BLBI  650 triliyun&lt;/a&gt; itu di gunakan untuk anggaran kesehatan. Anggaran yang mestinya untuk memerangi kemiskinan telah habis terkuras untuk membayar cicilan utang yang menurut data Koalisi Anti Utang (KAU) pada tahun ini mencapai Rp69,8 triliun. Padahal angka Rp69,8 triliun itu mestinya dapat memenuhi target anggaran minimal 20% untuk pendidikan, kesehatan dan bantuan bencana alam. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Lalu ditambah dengan program kesehatan yang tidak memihak si miskin seperti Supriono. Karena askses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan masyarakat miskin mempunyai syarat-sayarat tertentu seperti KK, KTP&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dsb untuk mengurus &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; keterangan miskin. Setelah itu barulah mereka dapat dilayani di pusat-pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah. Sedang orang-orang seperti Supriono hidup di grobak dan berpindah-pindah jangankan KK, KTP pun tidak punya. Bagaimana caanya dia mendapatkan surat-surat tersebut? Maka bila dia tidak terdaftar menjadi salah satu warga dimanapun di negara ini maka akses untuk mendapat pelayanan kesehatan adalah mustahil. Sudahkah Negara ini berpihak kepada mereka?&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Lalu aku tercenung melihat kedalam diriku. Apa yang sudah aku lakukan? Apakah aku harus menunggu negara pulih? Karena obat-obatan lama telah resisten dengan penyakit bangsa ini. Perlu resep baru yang lebih manjur agar keadilan menjadi keadilan yang merata. Tidak hanya berpihak kepada yang mampu tapi juga kepada yang tidak mampu. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Masih di ruang tunggu apotik tempat aku menunggu temanku. Aku memikirkan formulasi resep bagi orang-orang seperti Supriono. Aku rasa bila menunggu formulasi dari negara ini akan terlambat. Paling tidak akan mengorbankan Chairunisa-chairunisa yang lain.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Formulasi Resep ini kunamakan “Kesederhanaan”. Mulai dari hanya &lt;i style=""&gt;menggambil sesuai kebutuhan dan memberi sesuai kemampuan&lt;/i&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;NB:  tulis ini juga untuk memenuhi janji sebuah postingan tentang resep pavoritku. Dan ini resepnya. Resep yang coba terus kucicipi&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-3786791327091452071?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/3786791327091452071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/3786791327091452071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/07/resep.html' title='Resep'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-7045597596927948163</id><published>2007-08-01T14:41:00.000+07:00</published><updated>2007-08-01T14:42:20.249+07:00</updated><title type='text'>Sial</title><content type='html'>Apakah kau pernah merasa bahwa hidupmu merupakan perpindahan dari satu kesialan ke kesialan yang lain? Bahwa hidupmu serasa diliputi kegelapan. Bahkan kau sudah dapat meramalkan masa depanmu sendiri dengan tepat, yaitu kau akan selalu "sial".&lt;br /&gt;Mungkin saat kau merasa selalu sial bukanlah sesuatu perkara yang besar. Namun bagaimana saat orang yang berada di dekatmu merasa sial karena kehadiranmu? Apalagi meraka adalah orang-orang yang kau cintai. Seakan kau merasa sebuah kutukan keabadian menyinggapimu. Kau terkutuk. Kau membawa sial. Kehadiranmu musibah bagi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah merasakan itu. Sangat perih dan pedih. Bahkan suara hatiku seperti deruman suara pesawat berteriak sakit di jiwa. Coba mencari jawaban akan semua kesialan itu. Apakah benar aku sial? Kenapa Tuhan memberikan nasib ini kepadaku? Apa salahku sehingga didekatku mereka menjadi sial? Apakah benar hidupku akan terus sial? puluhan pertanyaan berputar dan berseliweran tak karuan dikepalaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencoba mencari jawaban yang ada malah rasa terpuruk. Perasaan merasa keberadaan diri ini menjadi sia-sia. Hanya dengan sebuah pernyataan-pernyataan ringan seorang teman mungkin, atau orang tua, atau saudara, atau malah kekasih. Bagi mereka yang mengucapkan mungkin terasa ringan. Namun bagi jiwa yang memikulnya. Beban itu terasa sangat berat. Seberat dunia dan seluruh isinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kau jangan khawatir, ini adalah perasaan-perasaan orang yang dengan sebuah pernyataan kemudian mendramatisir abis semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa ya, kalau ada kamu kita selalu sial?" atau&lt;br /&gt;" Hidupmu memang membawa sial keluarga ini" atau&lt;br /&gt;" Selama aku berhubungan dengan kamu, aku selalu dirundung sial"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah mendengar perkataan seperti itu? atau yang sejenisnya? atau kau sendiri pernah mengucapkannya untuk seorang teman, adik, kakak, atau pacarmu sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kau pernah dituduh sebagai pembawa sial. Yakinlah, kau hanya jadi kambing hitam dari kesialan orang tersebut. Kalaupun suatu musibah menimpa seseorang dikarenakan kesilapanmu. Yakinlah, kau hanya perantara dari kehendakNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang harus kau lakukan pertama-pertama sekali adalah jangan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mendramatisir&lt;/span&gt; keadaan sehingga kau menggambil tempat &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;di sudut&lt;/span&gt; yang sengaja di sediakan oleh orang yang mengatakan kau sial. Anggaplah bahwa dia hanya butuh seseorang yang dijadikan tumbal untuk kegagalan didirnya sendiri, dan kau orang yang terpilih itu karena kau berada&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; tepat disaat yang&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tidak tepat&lt;/span&gt;. So, kau bukan si pembawa sial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kesialan orang tersebut berhubungan denganmu dikarenakan kesilapanmu, maka cepat-cepatlah minta maaf. Namun tetaplah berfikir proporsional. Seperti mengganti kata-kata sial dengan musibah, agaknya bisa sedikit meringankan. Kau manusia bukan Nabi apalagi Tuhan yang tidak pernah berbuat salah. Kesalahan hal yang lumrah, manusiawi, namun jangan menjadikan ini alasan untuk terus berada dalam kesalahan. Teruslah belajar dan memperbaiki diri. Dan ingat mungkin melalui dirimu Tuhan lagi mengetes orang lain. Jadi tetap berfikir positif ya. kesalahanmu bila dimafaatkan dengan benar untuk orang lain akan menjadi nilai lebih buat dirinya, Dan saat kau dapat menyikapi ini dengan baik pula maka kau akan lebih baik dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimana kalau " pembawa sial" itu sering diucapkan orang-orang untukmu? hhhmmmm... Kayaknya harus mulai dipikirkan kalau kau mungkin benar-benar membawa sial. Wkakakakakaka...becanda...becanda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupikir, sekali atau seribu kali sama saja kalau kau mulai mendramatisir keadaan dan mengambil tempat di sudut untuk memposisikan dirimu. Mulailah dengan tidak terlalu sensitif dan mengerti mereka dengan menganggap apa yang mereka katakan hanya pelarian dari ketidak mampuan diri mereka sendiri. Karena Apa yang menimpa diri kita sejatinya adalah buah dari perbuatan kita sendiri. Tidaklah logis saat kau melakukan kejahatan maka orang lain yang kena getah dari pohon kejahatan yang kau lakukan, begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagi kalian yang telah mengatakan "kau membawa sial" kepada orang lain. mulailah untuk menjaga mulut kalian. karena itu perkataan menyakitkan. Baik kau bercanda apalagi serius mengatakannya. Terima dengan besar hati ketidak mampuan dirimu, agar di lain waktu bisa memperbaikinya. Dan minta maaflah pada orang yang kalian sakiti. Karena seperti yang kukatakan "mengucapkan mungkin terasa ringan. Namun bagi jiwa yang memikulnya. Beban itu terasa sangat berat. Seberat dunia dan seluruh isinya".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-7045597596927948163?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/feeds/7045597596927948163/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4776935296774067474&amp;postID=7045597596927948163&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/7045597596927948163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/7045597596927948163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/08/sial.html' title='Sial'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-793445186827707541</id><published>2007-06-30T14:56:00.000+07:00</published><updated>2007-07-01T23:53:03.792+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Introspeksi'/><title type='text'>Juli di bulan Juni</title><content type='html'>&lt;a style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(204, 204, 204);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RoaASWePIII/AAAAAAAAAV0/koxcIZtFEp0/s1600-h/ShowLetter4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 196px; height: 165px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RoaASWePIII/AAAAAAAAAV0/koxcIZtFEp0/s200/ShowLetter4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5081890282292584578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-family:trebuchet ms;" &gt;Aku lahir dibulan Juli, tapi Juni adalah bulan yang yang penuh kenangan bagiku. Akulah Juli di bulan Juni. Banyak tawa dan air mata yang datang silih berganti, tak ada seharipun yang dilewati dengan kehampaan. Penuh warna, tak hanya hitam dan putih saja. Juli melihat banyak pelangi di bulan Juni. Di bulan Juni, Juli banyak belajar tentang kehidupan. Belajar dari melihat, merasakan, memahami dan akan terus belajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-family:trebuchet ms;" &gt;Banyak cerita di bulan Juni. Dari butanya akan dunia sampai mulai melangkah menuju cahaya. Ke-Juni-an lah yang mengajarkan Juli untuk tetap hidup dalam setiap bulannya. Junilah yang membuat hari-hari Juli terasa lebih indah. Kenangan Juni membuat hari-hari Juli menjadi lebih berarti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-family:trebuchet ms;" &gt;Juni pernah berkata kepada Juli "Lawan rasa takutmu...hadapi..hadapi..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-family:trebuchet ms;" &gt;Dari Juni, Juli belajar bahwa dunia bukan hanya melihat bintang bulan dan matahari saja. Tetapi dari dunia juga terlihat hamparan karpet lusuh kelaparan dan kemiskinan serta ketidak adilan. Ya, dunia terdiri dari gunung-gunung tangis dan jerit kesakitan. Dunia adalah pahitnya buah dari pohon nasib dan kumpulan kemelaratan dari sungai penjajahan yang kekal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-family:trebuchet ms;" &gt;Juni pernah menunjukkan kepada Juli bahwa terkadang batas surga dan neraka hanya terpisahkan oleh setipis tembok atau segaris pembatas jalan. Juni juga sering memperlihatkan air mata dukanya kepada Juli, saat melihat sebagian anak yang bermain di pusat hiburan dituntun oleh seorang perawat cantik, menggunakan kereta dorong bersama orang tuannya yang berjalan angkuh. Sementara disebelah dinding lainnya, ada anak-anak yang dengan telanjang kaki sedang berjuang untuk hidup. Menjajakan minuman dingin demi dapat makan hari ini tanpa pernah tahu siapa orang tuanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-family:trebuchet ms;" &gt;Seringkali Juni tersenyum sinis kepada Juli. Senyum itu seakan-akan berkata, "bukankah duniamu berada dibelahan dunia si anak penjual minuman itu?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-family:trebuchet ms;" &gt;Lalu, Juni hanya tertunduk dengan ekspresi muka yang bercampur baur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-family:trebuchet ms;" &gt;Juli banyak diam saat Juni memperlihatkan bahwa sebenarnya segala fasilitas yang ditawarkan para kapitalis itu bukanlah kebutuhan yang benar-benar Juli butuhkan. Demi kertas toilet untuk membersihkan kemaluan dan lubang anus atau tissue untuk pembersih kotoran dari topeng-topeng yang dikenakan si kaya, berapa banyak pohon yang ditebang? Yang mengakibatkan longsor dan menimbun rumah para penduduk yang tidak pernah mengecap lembutnya kertas toilet dan tissue. Karena mereka selamanya telah mencukupkan diri menggunakan air untuk cebok dan menggunakan kain untuk nge-lapnya. Demi memberikan kenyamanan pada si kaya saat berada di Mall, Cafe atau Restauran berapa banyak energi yang dibutuhkan lalu mengakibatkan pemanasan global? Sedang saat pemanasan global itu terjadi bukan hanya si kaya yang terkena efeknya, tapi si miskinpun terkena getah nangka yang tidak pernah dia kecap manisnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-family:trebuchet ms;" &gt;Juli kembali terdiam. Entahlah, Juni seakan tidak perduli apakah Juli paham atau tidak. Bagi Juni inilah dunia, baik Juli paham atau tidak, baik juli tahu atau tak mau tahu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-family:trebuchet ms;" &gt;Tapi apakah Juli seonggok batu tanpa perasaan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-family:trebuchet ms;" &gt;Kenyamanan hidup telah membuat urat-urat kepedulian sosial Juli resisten terhadap kejadian di sekitarnya. Sebuah jentikan jari Juni semoga bisa menyadarkan Juli dari mimpi panjang tentang "dunianya". Dunia yang berisi kenyamanan dan ketersediaan segala kebutuhannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-family:trebuchet ms;" &gt;Juni berharap, sekarang Juli paling tidak sadar bahwa saat menggunakan tisseu untuk membersihkan wajahnya dibagian gunung sana sebuah pohon telah berkorban untuk ditebang. Sadar saat Juli menggunakan lampu listrik dirumah, efek pemanasan global juga terkena pada yang tidak pernah merasakan terangnya malam berlampukan listrik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-family:trebuchet ms;" &gt;Juli...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-family:trebuchet ms;" &gt;Juni banyak menitipkan harapan padamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-family:trebuchet ms;" &gt;Jentikan Juni...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-family:trebuchet ms;" &gt;Semoga tidak menjadi tamparan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-family:trebuchet ms;" &gt;Pelangi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);font-family:trebuchet ms;" &gt;Kini warnamu tampak lebih indah dari biasanya dimata Juli.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-793445186827707541?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/feeds/793445186827707541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4776935296774067474&amp;postID=793445186827707541&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/793445186827707541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/793445186827707541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/06/juli-di-bulan-juni.html' title='Juli di bulan Juni'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RoaASWePIII/AAAAAAAAAV0/koxcIZtFEp0/s72-c/ShowLetter4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-6092079568342809218</id><published>2007-06-28T13:52:00.000+07:00</published><updated>2007-07-27T23:09:30.041+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan'/><title type='text'>Part II; Lawuku</title><content type='html'>Naik gunung adalah sesuatu yang asyik. Udara yang sejuk, hijaunya pepohonan, kesunyian yang mistis serta keluasan dalam memandang. Pemandangan dikaki bukit tentu berbeda dengan pandangan di puncak bukit. Namun terkadang kita yang berada dikaki gunung sudah merasa puas dengan pemandangan yang dikaki gunung, padahal bila kita mau bersusah payah sedikit saja, kita akan menemukan pemandangan yang lebih luas lagi dari puncak gunung. Setiap tempat memberikan pemandangan yang berbeda, namun keluasan penglihatan yang berada dipuncak pasti lebih luas dari yang berada di kaki gunung.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Mendaki gunung bukan saja hanya kegiatan fisik semata. Bahwa kita mendaki dari kaki gunung perlahan-lahan naik akhirnya sampai pada puncak gunung. Mendaki gunung lebih dari itu, selain kekuatan fisik juga dibutuhkan kekuatan mental serta keterampilan dalam membaca alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila hanya mengandalkan kekuatan fisik ada kemungkinan kita kalah dalam berjuang mencapai tujuan pendakian. Karena para pendaki-pendaki tangguh itu tidak hanya mengandalkan kekuatan fisiknya saja dalam melakukan pendakian namun keterampilan mereka membaca alam sangat membantu mereka untuk menghemat tenaga dalam pendakian. Karena bagiku yang baru pertama kali naik gunung, wuih...capek banget. Apalagi harus bertarung dengan alam yang bila tiba-tiba kurang bersahabat, bisa dibayangkan kelelahannya. Dan untuk menghindari itu biasanya pendaki sudah dibekali dengan pengetahuan tentang "membaca alam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Selain kelelahan fisik, biasanya yang menambah berat adalah kelelahan mental. Kita bisa merasa begitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hopeless &lt;/span&gt;saat tidak tahu seberapa jauh kita akan terus mendaki? Apakah bekal kita cukup untuk sampai dan kembali lagi? Ditambah dengan mitos-mitos yang menyeramkan tentang gunung yang akan kita daki. Bila tidak kuat, bisa-bisa sepanjang perjalanan adalah neraka bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kisahku, sebagai seorang cewek yang baru pertama mendaki gunung aku begitu antusias untuk naik gunung. Walau secara historis aku tidak pernah berjalan jauh ditambah fisikku yang tidak begitu kuat. Setelah mebujuk seorang teman yang biasa naik turun gunung, maka berangkatlah aku bersamanya ke Solo. Dari Solo kami melanjutkan perjalanan menggunakan bus menuju terminal Tawangmangu, lalu naik angkot untuk kemudian sampai ke Cemoro Kandang. Lalu istirahat sejenak dan segera melapor kepada PERUM PERHUTANI di base camp dengan membayar karcis tanda masuk sebesar Rp. 3.500/orang. Disana juga tertulis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cemoro Kandang- Puncak Lawu hanya 5-6 jam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Maka pendakianpun dimulai. Dengan mengunakan baju kaos dan celana kain serta sendal jepit(soalnya sepatuku kurang nyaman), aku memulai pendakian itu. Sebentar-sebentar aku istirahat, untunglah temanku ini tipe yang sabar. Dia selalu menunggu aku setiap berhenti untuk mengambil nafas dan menghimpun tenaga kembali. Udara Lawu saat kita masih di Cemoro Kandang sudah dingin, namun atas saran temanku aku tetap menggunakan baju kaos biasa aja, agar saat mendapatka suhu yang lebih extrim sebuah baju hangat akan terasa kegunaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setapak demi setapak aku lalui, rasanya berat banget. Agak lega saat mencapai post I di ketinggian 2.300 Dpl. Lalu mulai berjalan lagi untuk mencapai pos ke II yang hampir sama jauhnya dari base camp-post pertama, hanya saja ketinggian yang di capai tidak terlalu terjal sehingga perjalanan lebih cepat, walau jaraknya lebih jauh yaitu sekitar 1.5km, lebih panjang 0.3km dibanding base camp dan post pertama yaitu sekitar 1.2km. Setelah itu bagiku mulailah penderitaan itu dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Post ketiga yang menjadi tujuanku tidak kunjung juga kutemukan, padahal jarak dan waktu yang kutempuh sudah lebih dari jarak dan waktu sewaktu di post I dan post II. Ditambah udara yang semakin dingin dan hari yang semakin gelap. Mulailah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hantu-hantuan &lt;/span&gt;dipikiranku datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari udara yang sudah bertambah dingin, hari yang gelap, lalu jalan yang dimataku terlihat begitu menyeramkan. Bila ada jalur yang sedikit terjal aku mulai ragu untuk melankah. Dengan bantuan sebuah senter aku juga terus berjalan. Aku harus menemukan post untuk beristirahat. Aku sudah sangat lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah temanku bisa menenangkanku. Dengan segala filosofinya tentang apa sebenarnya tujuan naik gunung dan menikmati setiap langkah, kelelahan dan semuanya yang kita rasa disaat mendaki gunung. Maka pikiranku mulai beralih kehal-hal tersebut. Didalam keadaan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hopeless &lt;/span&gt;itu dia mengingatkan, bahwa setiap perjalanan pasti ada akhirnya. Lelah ini tidak akan selamanya. Bahwa saat akhir (yaitu puncak) itulah akhir pendakian ini, untuk selanjutnya beristirahat dan kita harus kembali menuruni gunung ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perkataannya yang menambah semangatku. "Sepertinya post tiga sudah kita lewati deh, karena gelap kita tidak sengaja sudah melewatinya". Dalam hatiku sedikit terhibur, berarti perjalananku tidak jauh lagi untuk sampai puncak. Karena dari post empat, tinggal satu post lagi untuk sampai ke puncak, iya...satu post lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sampailah kami si sebuah post dan temanku berkata "Alhamdulillah, ternyata kita masih di post tiga". Sontak aku berteriak "Anjriiiiiiiiiiiiiiiiiitttt...pokoknya besok kita langsung turun. Nggak usah jalan sampai puncak lagi. Aku nggak kuat, cukup...cukup...". Temanku hanya tersenyum. Ternyata cerita tentang post tigapun adalah akal-akalannya saja. Dia tahu persis dimana letak setiap post, dia udah puluhan kali naik Lawu. Itu hanya motivasi untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka akhirnya kami bermalam di post tiga. Namun penderitaan tidak berakhir disitu saja. udara yang sangat dingin bikin aku panik, sehingga tiba-tiba aku susah bernafas, ditambah lagi suara krasak krusuk di luar sleeping bag bikin aku tidak bisa tidur dan bawaan ingin pipis terus (mana airnya sedingin air kulkas untuk cebok). Malam menjadi sangat panjang dengan semua penderitaan itu. Saat melihat mentari pagi, barulah aku bisa melihat secercah harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kami siap-siap untuk menuruni gunung lawu itu. Menuruninya dari post tiga, temanku sempat menanyakan apakah aku yakin tidak mau melanjutkan untuk sampai kepuncak? Dan aku sudah sangat yakin dengan keputusanku itu. Sangat yakin dengan kemampuanku. Bagiku sudah merasakan naik gunung, sedikit mengetahui filosofi yang didapat dari naik gunung dengan aplikasi kehidupan sehari-hari sudah cukuplah. Lain kali saat tubuhku fit untuk naik gunung lagi, mungkin aku akan kembali. Kembali menikmati hijaunya pohon, setiap hembusan nafas yang berjuang karena kelelahan, kesunyian yang mistis dari mendaki gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terimakasih teman...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terimakasih Lawuku...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalian banyak mengajarkan kepadaku tentang kehidupan selama kebersamaan kita disana mulai dari cemoro Kandang sampai Penggik.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-6092079568342809218?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/6092079568342809218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/6092079568342809218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/06/part-ii-lawuku.html' title='Part II; Lawuku'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-1911724268824521997</id><published>2007-06-21T10:26:00.000+07:00</published><updated>2007-07-27T23:11:42.319+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Part I ; Rekreasi Kelas</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ku tahu dia adalah seorang dari keluarga yang memiliki status ekonomi menengah keatas. Paling tidak sebagian besar dari kebutuhan-kebutuhan hidupnya dapat dipenuhi olehnya atau keluarganya dengan baik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Malam itu dikota yang sama sekali asing baginya namun sangat sering dia impikan untuk berkunjung kesana, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dia beristirahat di sebuah kamar hotel dengan tarif Rp 355.000/semalam setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dari istananya selama ini, tempat seperti itu sudah menjadi standar baginya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Selain datang untuk mengurus adiknya yang akan kuliah di pulau Jawa itu, ia juga datang untuk memenuhi undangan temannya yang ingin memperlihatkan sisi kehidupan lain kepadanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Memang sangat luar biasa baginya, baru saja semalam ia berada disebuah kamar hotel yang nyaman lengkap dengan segala fasilitas seperti mini bar, tempat tidur empuk, kamar mandi bersih dan pendingin ruangan yang menambah kenyamanan kamarnya. Namun di malam berikutnya ia harus menginap disebuah kamar kontrakan berukuran 2 x 2,5 meter seharga Rp 240.000/bulan yang…ah…tak pernah terbayangkan olehnya sebelumnya. Tidur dilantai hanya dengan beralas karpet lusuh, kadang berteman tikus dan kecoa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dikatakan ini rekreasi kelas karena ini bukan hal yang akan dia hadapi selamanya, ini hanya sekedar memenuhi rasa keingin tahuannya akan dunia lain dari dunia yang selama ini dikenalnya. Sebuah rekreasi kelas, turun dari kehidupan kelasnya yang biasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Bukan hanya pemikiran yang butuh beradaptasi dengan perubahan ini tetapi jiwa dan terlebih-lebih fisik bekerja ekstra untuk mengikuti perubahan dalam rekreasi kali ini. Bila dahulu maag adalah penyakit yang datang dikarenakan diet ketat demi menjaga bentuk tubuhnya, kini maag &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dikarenakan makan yang seadanya (kadang ada, kadang puasa). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Aku pernah melihat senyumnya saat itu, disiang yang panas. Senyum yang mencoba memahami makna rekreasi yang sedang dijalaninya. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; rasa iba dihatiku namun aku melihat sebuah kekuatan disana. Kekuatan untuk memahami sesamanya. Bukan aku saja, tapi aku juga tahu dia berharap ini tidak hanya rekreasi dan kemudian menjadi kenangan tentang perjalanan hidupnya, tetapi bisa membekas dan bermanfaat. Sehingga dia memiliki pisau analisa yang tajam tentang hidup dan kehidupan ini. tidak hanya bersimpati tetapi juga berempati. Berempati…ini mengingatkan aku akan kata-kata sahabatku sahabatku yang lahir di abad ke-6 itu Muhammad bin Abdullah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;"&lt;i style=""&gt;Gambaran orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, saling mengasihi, dan saling berempati di antara sesama mereka adalah laksana satu tubuh, jika ada sebagian dari anggota tubuh yang sakit, maka seluruh anggota tubuh akan ikut merintih, merasakan demam, dan tak bisa tidur&lt;/i&gt;."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kini dia tahu bagaimana rasanya lapar bukan karena keharusan berpuasa atau berdiet tetapi karena memang tidak ada yang hendak dimakan. Bagaimana rasanya setiap kepingan uang logam begitu berharga. Bagaimana rasanya bersetubuh dengan bau apek, tikus, kecoa dan sempitnya kamar kontrakan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Teman…kini kau tidak hanya tau namun kini kau sudah ikut merasakan. Kini apa yang akan kau perbuat untuk sesamamu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style=""&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt;, 21 Juni 2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-1911724268824521997?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/1911724268824521997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/1911724268824521997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/06/part-i-rekreasi-kelas.html' title='Part I ; Rekreasi Kelas'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-7620456940327919087</id><published>2007-06-06T23:12:00.000+07:00</published><updated>2007-09-04T11:40:40.563+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Marinir, Dari Rakyat dan Untuk Rakyat Peluruku</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RmULqkPt_6I/AAAAAAAAAU4/DQREtAeL3Qk/s1600-h/shootme.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072473381214748578" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RmULqkPt_6I/AAAAAAAAAU4/DQREtAeL3Qk/s200/shootme.jpg" border="0" height="178" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Choirul Anwar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ari masih pagi benar ketika dia siuman. Memanggil emaknya dan menangis sebentar, tentu saja emaknya tak ada. Dia diam merasai &lt;/span&gt;&lt;span&gt;ngelangut &lt;/span&gt;&lt;span&gt;yang menjalar. Emak kembali dipangilnya, hanya sepi yang menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matanya kembali berkabut pasrah menerawang. Menembus batas langit-langit. Ketika akhirnya dia memilih tertidur lagi, bisa jadi mungkin karena capek, sakit dan tak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bocah kecil itu namanya Choirul Anwar. Pagi sehari sebelumnya matanya sangat bercahaya, memandang takjub satria yang berbaris tegap di jalanan kampungnya, gagah dan bersenjata lengkap. Ya, dimatanya pagi itu para satria adalah bayangan Pandawa yang berangkat menyongsong &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Baratayuda Jayabinangun &lt;/span&gt;&lt;span&gt;menumpas angkara Kurawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung tak dapat diraih dan malang memilih jalannya yang paling muskil. Padang &lt;/span&gt;&lt;span&gt;kurusetra &lt;/span&gt;&lt;span&gt;itu berpindah kekampungnya di Alas Tlogo, Lekok, Pasuruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih diingat jelas hari itu. Dia menjerit dan menjerit sangat ketakutan ketika para satria itu menyumpah, memaki, mengejar, memukul, menendang sambil menghamburkan &lt;/span&gt;&lt;span&gt;mimis&lt;/span&gt;&lt;span&gt;-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekaknya rentetan senapan bagi anak berumur tiga tahun adalah petir tengara kiamat. Sementara jerit takut dan teriak ibu-ibu yang menangis bingung adalah hymne kematian yang aneh. Ya, keduanya bersepakat merobek atmosfir panas siang itu menjadi warna darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Choirul juga masih ingat ketika tiba-tiba dadanya dirasa merebak panas. Panas yang belum pernah dirasainya. Benar, dada kecil itu dalam sekejap penuh oleh serpihan timah yang menyembur dari laras SS1 para satria laut itu. Timah itu menembus kejam melintas di dadanya, kemudian menelusup kedalam dan menyerempet paru-paru kiri serta bersarang disana. &lt;a href="http://www.jawapos.com/index.php?act=detail&amp;id=8710"&gt;(&lt;em&gt;lihat berita)&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pernah dimengerti mengapa timah keji itu memilih bersarang didadanya. Benar-benar dia tak mengerti, setidak mengerti mengapa kampungnya tiba-tiba diserbu tentara? Ah, Choirul mungkin juga tak bisa ingat ketika Mistin ibunya, rebah berkalang tanah dengan dada pecah.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mistin&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;T&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;entu kita masih bisa membayangkan Mistin ditengah suasana kalut itu. Ada letusan senapan, ada jerit bingung para ibu, dan tangis anak-anak yang ketakutan semua melebur di siang itu.&lt;br /&gt;Dalam suasana mencekam Mistin dibimbing nalurinya, naluri sebagai seorang ibu. Choirul digendongnya erat, di dekapkan lekat di dada. Sementara itu dia menyiapkan tubuhnya menyongsong lesat-pesat peluru itu.&lt;br /&gt;Ya, Mistin memang menyediakan dirinya sebagai pelambat laju peluru tentara. Perbuatannya tak pernah sia-sia. Walau memang Mistin mati seketika. Tetapi buah hatinya Choirul, selamat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, Mistin hanyalah seorang ibu. Seperti ibu-ibu yang lain, dia akan sangat-sangat rela menukar jiwa untuk anaknya. Karena yang dilakukan Mistin bukanlah sebuah hal yang mewah bagi seorang ibu. Yakinlah, sekarang Mistin sedang tersenyum disana, senyum indah yang akan selalu di kenang dan menemani perjalanan manusia bernama Choirul Anwar kelak.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Ah, bahkan dalam membunuhpun mereka sangat berhemat. Satu peluru untuk dua sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Khotidjah&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;"E&lt;/span&gt;man mak nek pohung iki gak diolah (sayang bu, bila singkong ini tidak dimasak)" mungkin itulah celetukan terakhir Dewi Khodijah kepada ibunya Selasa petang (29/5). Dua puluh empat jam kemudian parutan singkong itu masih teronggok di teras mushala. Hanya yang membedakan, mushola sekarang dipagari tulisan "Dilarang Melintas Garis Polisi Militer TNI Angkatan Laut"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paginya belum lagi dia menyelesaikan parutan singkong itu, Khotidjah terkapar berdarah di depan pintu dapur dengan kepala pecah. Sebutir peluru senapan serbu melabrak pintu dapur. Tentu saja tembus. Belum cukup membuat kerusakam pada pintu, peluru itu menerjang kepala Khotidjah. Tembus dan merobek kepala kanannya. Khotodjah mati seketika. Yang lebih membuat &lt;/span&gt;&lt;span&gt;giris, &lt;/span&gt;&lt;span&gt;dia membawa pergi janinnya yang baru berumur 4 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul peluru tak pernah bermata. Tetapi salah apa Dewi hingga pemilik peluru itu menghamburkan padanya. Kurang baik apa Dewi pada mereka ? Teh, kopi dan camilan yang disajikannya adalah bentuk "cinta dan bakti" pada mereka. Dewi jugalah yang menggelarkan karpet di mushala ketika mereka ingin hendak berdoa. Bahkan, parutan singkong itu sedianya hendak disuguhkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah potret tentara kita. Tentara yang ditakuti bukan disegani, tentara yang bahkan semua perlengkapan mereka kitalah yang membiayai. Termasuk peluru-peluru yang kemudian bersarang di tubuh &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Choirul Anwar-&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Choirul Anwar, &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Mistin-&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Mistin, &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Khotidjah-&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Khotidjah&lt;/span&gt;&lt;span&gt; yang tidak bersalah dan tidak tahu apa-apa. Ya, peluru-peluru itu dari rakyat untuk rakyat.&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Acungkan tinju kita satu padu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;- bersatu bulat semangat kita &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;ayo terus maju...&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-7620456940327919087?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/7620456940327919087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/7620456940327919087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/06/marinir-dari-rakyat-dan-untuk-rakyat.html' title='Marinir, Dari Rakyat dan Untuk Rakyat Peluruku'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RmULqkPt_6I/AAAAAAAAAU4/DQREtAeL3Qk/s72-c/shootme.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-1166950143956216017</id><published>2007-06-05T13:29:00.000+07:00</published><updated>2007-07-28T00:32:32.400+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalaman'/><title type='text'>Alarm Peringatan Dini Tsunami.</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saat menulis ini aku masih menggunakan seragam kantor. Ini bukannya karena aku sedang istirahat makan siang atau lagi ingin bolos kerja (hi...ketauan suka bolos), tapi karena tiba-tiba orang seisi kantorku pada pulang dengan tergesa-gesa. Adanya isu tsunami membuat mereka yang bertempat tinggal di daerah pesisir laut langsung teringat dan khawatir kepada anggota keluarga yang di tinggalkanya. &lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku bukannya mau ikut-ikutan panik. Tapi lumayan, ada alasan buat pulang sekalian melihat informasi yang benarnya. Ternyata setelah diselidiki hanya air pasang bila purnama saja. Sebenarnya masyarakat biasanya sudah mengerti akan hal itu. Tapi yang bikin mereka panik adalah bertepatan dengan air pasang purnama itu, Alarm Peringatan Dini Tsunami di daerah Kahju (daerah pesisir pantai yang pora-poranda di hantam tsunami 26 Desember 2005) berbunyi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wah, kalau aku juga mendengar itu pastinya aku juga lari pontang-panting seperti mereka. Masih terngiang jelas diingatanku dan juga masyarakat Aceh tentang kedahsyatan Tsunami. Dan ternyata setelah alarm itu berbunyi dan masyarakat panik serta mungkin telah memakan korban (akibat kecelakaan lalu lintas), tak lama kemudian mobil penerangan memberitahukan bahwa ada konslet pada Alarm Peringatan Dini Tsunami tersebut dan masyarakat diharap tenang. Padahal kalau kalian berada dijalan raya tersebut, kalian akan lihat wajah-wajah ketakutan, ada yang sampai menangis dan histeris. Ah...Tsunami, kau begitu membekas dihati kami masyarakat Aceh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alhamdulillah...Syukurlah, walau agak sedikit gondok dengan konslet tersebut, yang penting tsunami itu tidak datang lagi. Tapi kami masyarakat Aceh sudah belajar dari pengalaman tentang bagaimana tsunami itu datang. Bagai mana harus bertindak dan sigap. Semoga masyarakat tidak kapok dengan kejadian ini, sehingga saat alarm itu benar-benar berteriak menyatakan akan ada tsunami, masyarakat malah santai saja menanggapinya (karena dikira Alarmnya konslet lagi). Baik teman, aku balik kantor lagi niy. Aku akan memberitahukan informasi Aceh terkini pada kalian semua. Selamat aktifitas.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-1166950143956216017?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/1166950143956216017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/1166950143956216017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/06/alarm-peringatan-dini-tsunami.html' title='Alarm Peringatan Dini Tsunami.'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-777212918751984893</id><published>2007-05-25T19:58:00.000+07:00</published><updated>2007-07-27T23:20:19.522+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nanggroe'/><title type='text'>Pesan Perlawanan dalam Tarian Aceh; Rapai Geleng</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RlbkRgeO-bI/AAAAAAAAAUU/9dsjU77ne8Y/s1600-h/Tari_Saman.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RlbkRgeO-bI/AAAAAAAAAUU/9dsjU77ne8Y/s200/Tari_Saman.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5068489420077726130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tahu tarian Saman? Seudati? Iya benar. Itu adalah tarian khas Aceh yang sudah sangat terkenal di nusantara bahkan di dunia. Kali ini saya bukan sedang ingin membahas tentang Tari Saman atau Seudati yang sudah termasyur itu. Tapi saya ingin bercerita kepada semua tentang tari Rapai Geleng (adiknya tari Saman dan Seudati). Tari Rapai Geleng adalah seni tari berupa gerakan badan dipadukan dengan suara dan gerakan tangan,kepala dan anggota tubuh lainnya, dibawakan oleh 16 orang penari laki-laki dan 1 orang syekh. Rapai hampir sama dengan beduk akan tetapi bentuknya kecil dan sanggup diangkat dengan sebelah tangan persis sama dengan rebana akan tetapi dia agak sedikit tebal dan suaranya sangat besar. Saya tidak membahas tentang bagaimana tarian itu dibawakan atau diperagakan, tetapi saya ingin mmbahasa filosofi yang terdapat dalam tarian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Teman saya menyebutnya : Pesan Perlawanan dalam Tarian Aceh; Rapai Geleng &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RlbkSAeO-cI/AAAAAAAAAUc/LwVKdkp-Cw4/s1600-h/tari.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RlbkSAeO-cI/AAAAAAAAAUc/LwVKdkp-Cw4/s200/tari.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5068489428667660738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i style=""&gt;Alhamdulilah Pujo Keu Tuhan. Nyang Peujeut Alam Langet Ngon Donya. Teuma Seulaweut Ateuh Janjongan. Panghulee Alam Rasul Ambiya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;(Segala Puji kepada Tuhan. Yang telah menciptakan langit dan dunia. Selawat dan salam pada junjungan. Penghulu alam Rasul Ambiya) &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;Nanggroe Aceh nyo Tempat loun lahee. Bak Ujoung Pantee Pulo Sumatra. Dilee Baroo. Kon Lam jaro Kaphe. Jino Hana Lee Aman Sentosa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;(Daerah Aceh ini Tempat lahirku. Di ujung pantai pulau Sumatera. Dulu berada di tangan penjajah. Kini telah aman dan sentosa)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sederet syair yang dilantunkan kolosal sebelasan pria berkostum hitam kuning berpadu manik-manik merah, serempak menggeprak panggung dengan duduk bersimpuh menabuh rapa-i (rebana khas Aceh terbuat dari kulit kambing betina) dengan ritme teratur. Tiba-tiba, tetabuhan yang tadinya berirama satu-satu, lambat, berubah cepat di iringi dengan gerak tubuh yang masih berposisi duduk bersimpuh, meliuk ke kiri dan ke kanan. Itu tak cukup, gerakan cepat kian lama kian bertambah cepat. Bunyi tetabuhan rapa-i begitu dahsyat menghantam sesuatu paling dalam di jiwa, menggeser kepongahan, menghadirkan ketakjuban. Tak lama, dalam satu hentakan, seluruh gerak dan bunyi tadi tiba-tiba lenyap, hening, dan diam. Ada getar magis sesaat tetabuhan dan seluruh gerak sebelasan pria muda tadi berganti hening dan diam. Setidaknya itu kesan sepintas saat menyaksikan langsung pagelaran tarian Rapa-i geleng –tari tradisional Aceh-, kapanpun dan dimanapun. Namun sesungguhnya ada getar lain yang maha dahsyat ketika kita memahami seluruh ritme gerak tarian negeri seribu konflik itu.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Pada dasarnya, ritme gerak pada tarian rapa-i geleng hanya terdiri dalam empat tingkatan; lambat, cepat, sangat cepat dan diam. Keempat tingkatan gerak tersebut merupakan miniatur karakteristik masyarakat yang mendiami posisi paling ujung pulau Sumatera, berisikan pesan-pesan pola perlawanan terhadap segala bentuk penyerangan pada eksistensi kehidupan Agama, politik, sosial dan budaya mereka.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pada gerakan lambat, ritme gerakan tarian rapa-i geleng tersebut coba memberi pesan semua tindakan yang diambil mesti diawali dengan proses pemikiran yang matang, penyamaan persepsi dan kesadaran terhadap persoalan yang akan timbul di depan sebagai akibat dari keputusan yang diambil merupakan sesuatu yang harus dipertimbangkan dengan seksama. Maaf dan permakluman terhadap sebuah kesalahan adalah sesuatu yang mesti di berikan bagi siapa saja yang melakukan kesalahan. Pesan dari gerak beritme lambat itu juga biasanya diiringi dengan syair-syair tertentu yang dianalogikan dalam bentuk-bentuk tertentu. Sebagai contoh bisa tergambar dari nukilan syair dari salah satu bagian tarian;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;Meu nyo ka hana raseuki, yang bak bibi roh u lua. Bek susah sare bek sedeh hatee, tapie kee laen ta mita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;(Kalau sudah tak ada rezeki, yang sudah di bibirpun jatuh ke luar jangan lah susah, jangalah bersedih hati, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mari kita pikirkan yang lain untuk di cari) &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kata “raseuki” yang bermakna “rezeki” dalam syair di atas, merupakan simbol dari peruntungan. Bagi masyarakat Aceh, orang yang melakukan perbuatan baik kepada mereka dimaknakan sebagai sebuah keberuntungan. makna sebaliknya, ketika orang melakukan perbuatan jahat, maka masyarakat Aceh mengartikan ketakberuntungan nasib mereka, dan ketakberuntungan itu merupakan permaafan.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Gerakan beritme Cepat adalah gerak kedua, sesaat pesan yang terkandung dalam gerakan beritme lambat namun sarat makna usai dituturkan. Pada gerakan ini, pesan yang disampaikan adalah pesan penyikapan ketika perbuatan jahat, yang dimaknakan sebagai ketakberuntungan nasib, kembali dilakukan oleh orang atau institusi yang sama. Penyikapan tersebut bisa dilakukan dalam bentuk apapun, tapi masih sebatas protes keras belaka. Seperti bunyi syair di bawah;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;Hai Laot sa, ilak ombak meu Aloun kapai die eik troun meu lumba Lumba hai bacut teuk, salah bukon sa Lah loun salah mu, lah poun awai bak gata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;(Wahai Laut yang berombak mengayunkan kapal naik dan turun sedikit lagi kemasukan air,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu bukan salah ku, engkaulah yang mengawalinya)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Gerakan beritme cepat ini tak lama. Segera disusul dengan gerakan tari beritme sangat cepat mengisyaratkan chaos menjadi pilihan dalam pola perlawanan tingkat ketiga. Sebuah perlawanan disaat protes keras tak diambil peduli. Tetabuhan rapa-i pada gerakan beritme sangat cepat inipun seakan menjadi tetabuhan perang yang menghentak, menghantam seluruh nadi, membungkus syair menjadi pesan yang mewajibkan perlawanan dalam bentuk apapun ketika harkat dan martabat bangsa terinjak-injak. Cuplikan sajak “perang” nya “maskirbi” yang biasa dilantunkan menjadi syair dalam gerakan beritme cepat pada tarian rapa-i geleng ini bisa menjadi contoh sederetan syair-syair yang dijadikan pesan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;Doda idi hai doda idang. Geulayang balang ka putoh talo. Beureujang rayeuk banta siding. Jak tulong prang musoh nanggro&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;(doda idi hai doda idang –nyanyian nina bobo untuk anak- layangan sawah telah putus talinya cepatlah besar wahai ananda pergilah, perangi musuh negeri)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada titiknya, tiba-tiba semua gerakan tadi berhenti seketika, termasuk seluruh nyanyian syair sarat makna. Semua menjadi bisu, hening dan diam. Ini merupakan gerakan akhir dari tarian. Gerakan diam merupakan gerakan yang melambangkan ketegasan, habisnya semua proses interaksi. Bagi orang Aceh, gerak diam adalah gerak perlawanan abadi, di &lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt; tak adalagi musuh, di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tak adalagi teman. (sumber: Mandis-M Andi Sabri Kasturi-Arie)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebegitu kuatnya makna yang terkandung dalam tarian aceh ini. Namun sayang. Ketika tari tradisional Aceh diperkembangkan lebih jauh, banyak pakem dasar yang dilupakan atau ditinggalkan oleh para koregrafernya. Tari tradisi Aceh pun berubah menjadi tari kreasi baru, dengan pulasan keacehan ala kadarnya. Hanya demi “kepentingan” dan ambisi palsu koreografer tanpa terlebih dahulu mengetahui latar belakang atau filosofi yang terkandung di dalamnya. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; koreografer hanya berpatokan pada grafik ritmis setiap tari Aceh -- lambat, sedang, dan cepat -- yang sering mereka katakan “ruh” tari Aceh. Gerak dinamis khas tari Aceh jadi “terbongkar”. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-777212918751984893?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/777212918751984893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/777212918751984893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/05/pesan-perlawanan-dalam-tarian-aceh.html' title='Pesan Perlawanan dalam Tarian Aceh; Rapai Geleng'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RlbkRgeO-bI/AAAAAAAAAUU/9dsjU77ne8Y/s72-c/Tari_Saman.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-3042329744447839540</id><published>2007-05-23T11:41:00.000+07:00</published><updated>2007-07-28T00:30:31.225+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obrolan'/><title type='text'>H u R u F</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RlPT8QeO-XI/AAAAAAAAAT0/X4Iv90r_E7M/s1600-h/Poster-huruf-cetak.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RlPT8QeO-XI/AAAAAAAAAT0/X4Iv90r_E7M/s200/Poster-huruf-cetak.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5067627037889329522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;S&lt;/span&gt;etelah beberapa saat disibukkan dengan cinta dan lalu aku menuangkannya dalam sebuah posting. Kini perhatianku tertuju pada “huruf”. Setelah membaca kembali tulisan-tulisanku diblog ini, terlihat sangat amburadul dan begitu jorok. Jorok dari segi teknik menulis. Mulai dari tanda baca, huruf, spell dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat pada kata-kata temanku tentang apa itu menulis.&lt;i style=""&gt;Bintang Matahari (5/18/2007 2:28:54 AM):&lt;/i&gt; sebagai sebuah huruf yang dirangkai menjadi kata dan membentuk kalimat, itu sangat bermakna, dalam, dan menyentuh...    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tapi kata-kata berikutnya membuatku menjadi tersadar apa arti menulis itu sendiri. Menulis bukan hanya sekedar merangkai huruf-huruf yang kemudian tersusun menjadi kata dan kemudian membentuk kalimat, baik bermakna atau tidak sama sekali. Tetapi pada apakah tulisan-tulisan itu telah teraplikasi dalam kehidupan kita. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;i style=""&gt;Kamu pasti kenalkan Khalil Gibran? dalam Sayap-sayap patah, The Prophet, Si Gila, dll. Khusus dalam Sayap-sayap Patah rangkaian katanya dahsyattttt…sangat dahsyatttttttttt dan mungkin tak tertandingi. Tapi masalahanya kupikir, that's just a word, nggak lebih. Kenapa? bahkan sampai ketika dia mati pun, dia selalu gagal dalam urusan cinta. Tidak seperti apa yang di tulisnya. So kupikir ini bukan berhenti semata-mata pada keahlian teknis menulis. Tetapi bagaimana tulisan tersebut adalah pandangan, ide bahkan kalau perlu itulah sikap hidup. Jangan dipisah, bahwa tulisan itu haruslah di jiwai dengan apa yang terjadi dan menjadikannya...dengan kata lain, jangan hanya berhenti pada titik menulis atau berpikir saja, but...buatlah kaki untuk tulisanmu. Biar dia bisa benar-benar melangkah dibumi dengan segala macam carut marutnya ini&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Begitu kata temanku suatu hari, saat itu aku merasa kesulitan dalam merangkai huruf menjadi kata, kemudian menjadi kalimat dan membentuk sebuah tulisan. Ya…dan aku sepakat untuk ini. Tulisan menurutku juga jangan hanya berhenti pada teknis menulis atau pemikiran saja. Tapi juga harus diusahakan menjejak dibumi alias aplikatif.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dan yang bikin aku nyengir saat dia mengatakan untuk sebelum mengedit contents dari tulisanku sebaiknya aku mengedit dahulu tulisanku dengan hal-hal teknis, karena tulisan sebagus apapun, kalau nulisnya jorok akan kehilangan keindahnya. hi… dan kali inipun aku sepakat dengannya. Memang aku akui kalau teknik menulisku masih buruk. Tapi terus dalam tahap perbaikan. Terus belajar. Dan tak hanya itu, aku juga ingin dia tidak hanya menjadi makhluk mati. Kupikir tulisan juga mahkluk organis yang tumbuh dan bisa menjadi dewasa.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Saat menulis ini, aku menemukan salah satu puisi karya Pramoedya Ananta Toer yang berjudul sama dengan judul post ini. Berikut kutulis ulang buat yang membaca post ini sebagai penutup dari tulisanku ini.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;HURUF&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Wahai huruf,&lt;br /&gt;Bertahun kupelajari engkau,&lt;br /&gt;Kucari faedah dan artimu,&lt;br /&gt;Kudekati kau saban hari,&lt;br /&gt;Saban aku jaga,&lt;br /&gt;Kutatap dikau dengan pengharapan,&lt;br /&gt;Pengharapan yang tidak jauh&lt;br /&gt;Dari hendak ingin dapat dan tahu.&lt;/p&gt;                &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tetapi; kecewa hatiku.&lt;br /&gt;Kupergunakan kamu&lt;br /&gt;Menjadi senjata dialam kanan,&lt;br /&gt;Agaknya belum juga berfaedah&lt;br /&gt;Seperti yang kuhendakkan.&lt;br /&gt;Selalu dikau kususun rapi&lt;br /&gt;Di atas kertas pengharapan yang maha tinggi,&lt;/p&gt;              &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tetapi …&lt;br /&gt;Bilalah aku diliputi asap kemenyan sari,&lt;br /&gt;Tak kuasa aku menyusun kamu&lt;br /&gt;Hingga susunan itu dapat dirasakan pula&lt;br /&gt;Oleh segenap dunia&lt;br /&gt;Sebagai yang kurasa pada waktu itu.&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Alangkah akan tinggi ucapan&lt;br /&gt;Terima kasihku, bilalah kamu&lt;br /&gt;Menjadi bukuterbuka,&lt;br /&gt;Bagi manusia yang membacanya.&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kalaulah aku direndam lautan api,&lt;br /&gt;Hendaklah kamu merendam pembacamu,&lt;br /&gt;Bilalah aku disendu pilu,&lt;br /&gt;Hendaklah kamu merana dalam hatinya.&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Huruf, huruf….&lt;br /&gt;Apalah nian sebabnya maka kamu&lt;br /&gt;Belum tahu akan maksudku?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;Pramoedya Ananta Toer&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sadar No.5 th. II,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;10 januari 1947&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-3042329744447839540?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/3042329744447839540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/3042329744447839540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/05/h-u-r-u-f.html' title='H u R u F'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RlPT8QeO-XI/AAAAAAAAAT0/X4Iv90r_E7M/s72-c/Poster-huruf-cetak.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-8703164711059335766</id><published>2007-05-22T03:48:00.000+07:00</published><updated>2007-07-28T00:33:38.841+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Panggung</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Kawan, jika kau duduk sambil memeluk lutut di perempatan sibuk ini, sementara mata yang menerawang lalu lalang nyalang hanya menangkap suwung, kau akan tahu bagaimana perasaan yang membuncah ruah di hati. &lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt; penat yang sumeleh, ada riang yang getir dan ada kengerian akan beranjak kemana &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; ini dengan segala hiruk-pikuknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ya, aku disini selalu gelisah kawan. Gelisah menunggui waktu yang alpa menjemput janji-Nya memenangkan si papa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Disini adalah &lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:City&gt;, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; lupa diri yang gedung-gedung tingginya dibangun atas amnesia kolektif warganya plus segala simbol-simbol kemakmuran dan kejumawaan modalnya. Sementara perempatan-perempatannya selalu setia menegasikan simbol-simbol dan memilih menjadi potret yang hitam putih apa adanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Lihatlah lampu trafict yang menyala bergilir-gilir itu, dari merah, kuning kemudian hijau seolah menjadi penanda pertunjukan purba. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; perjuangan, ada pecundang, ada aturan rimba yang dibudayakan dan ada darah serta air mata yang menetes-netes mencari tempat berpijak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pandanglah ketika lampu beranjak merah kawan! Jendela-jendela mewah keegoisan diketuk dengan nyanyian sumbang. Tubuh yang dibuai sejuknya pengatur suhu dan telinga yang dimanjakan oleh kenyamanan stereo atau mata yang terbiasa di disuguhi keteraturan dipaksa bersirobok dengan teriak penjaja koran, mata memelas pengamen buntung atau senyum mesum banci yang nanggung, mereka mengungkap satu hal. Penggugatan terhadap hak yang diabaikan penguasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tetapi kawan, seperti kamu bilang mengutip sepenggal sajak Ho Chi Minh, "Pertandingan di mana-mana, satu harus menang, dan yang lain harus kalah" &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; pemenang dan ada pecundang begitu vonis sang takdir. Tak ada yang berubah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Mungkin jendela itu mengintip sedikit, setipis uang logam -memang hanya untuk itu jendela mengintip- dan menutup tergesa meninggalkan denting logam yang mengadu aspal. Sisanya adalah asap dari knalpot berebut menyergap ketika kau memungutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kawan, jika kau duduk sambil memeluk lutut di perempatan sibuk ini, sementara mata menerawang lalu lalang yang nyalang menangkap suwung. Keherananku mungkin sama dengan Abu Dzar saat ia berkata, “Saya heran melihat mereka yang hidup kelaparan, tetapi tidak membawa pedang-pedang mereka dan mendatangi orang-orang kaya itu untuk mengambil harta mereka.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ya, Abu Dzar benar, pedang-pedang itu telah disarungkan dan dijinakan dengan segala dogma. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; yang bebal memang tumbuh bersama nafsunya yang paling jorok dan menumpulkan. Tak aneh bila dia menjadi etalase dari negeri anomali yang malas berfikir akan keadilan. Keadilan bagi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; dan negerinya adalah kosa kata yang hanya kencang di gedung-gedung untuk diperdebatkan dan terdengar sayup-sayup ketika sampai di perempatan. Disana pertanyaan yang berebut menghantui bukanlah besok makan apa? Tetapi , besok apa makan? Begitulah di ulang setiap harinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ah, ini hanya soal tentang bagaimana memperpanjang nafas sampai besok. Dan nafas penyambung itulah yang dipertaruhkan di perempatan-perempatan dengan mengkais dan memungut. Ya, tak pernah menjadi MEREBUT !!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Benar, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; adalah ironi, pengkhianatan dan srigala yang siap menelan siapa saja yang menolak dan mengguncang kemandekannya. Bahkan jauh sebelumnya, orang-orang seperti Pieter Erberveld dan Raden Kartadria-pun harus takluk ketika berencana makar terhadap VOC di pergantian tahun 1740. Meede, putri Pieter yang cantik, yang kasmaran pada opsir gantheng VOC memilih membocorkan rencana ayahnya pada kekasihnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dan pesan penguasa kepada para pembangkang jelas setelah itu,&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;"Kepada Pieter Erberveld, warga &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;, lahir di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Batavia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; dari bapak seorang berkulit putih dan ibu berkulit hitam berusia 58 atau 59 tahun. Erberveld dan sekutunya Raden Kartadria hukumannya masing-masing diikat pada sebuah kayu salib. Tangan mereka masing-masing akan dipotong, lengan, kaki dan dada mereka akan dijepit dengan jepitan panas sampai kepingan-kepingan daging mereka terkelupas. Badan mereka kemudian akan dirobek dari bawah hingga atas, dan jantung mereka akan dilemparkan kemukanya. Setelah itu kepala mereka akan dipenggal dan dipasang pada tiang. Badan mereka yang telah berkeping-keping dibiarkan dimakan unggas"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kisah lain menyebutkan kengerian yang sama untuk menghukum para pembangkang, bahwa tangan dan kaki Pieter diikat pada empat ekor kuda yang saling berlari kearah berlawanan. Ya, hingga tubuhnya terbelah empat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Lalu sebuah monumen berbentuk tembok dan bercat putih diatasnya terpasang sebuah tengkorak manusia terbuat dari gips. Monumen itu tertulis : ''Sebagai kenang-kenangan yang menjijikkan akan penghianatan Erberveld ...... .'' Begitu dendamnya VOC pada Pieter, hingga siapapun melewati monumen itu boleh untuk mengencinginya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kini gambaran kisah tragis Pieter Erberveld menjadi nyata dalam keseharian, monumen-monumen pasar itu selalu mengencingi kemanusiaan kita. Siapa yang tak mendengar teriakan sumbang mereka di jalanan ketika suaranya menembus pekatnya awan berkarbon langit &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;? Semuanya mendengar, bahkan tembok-tembok jalanan, Ciliwung yang kotor sampai istana yang resik toh tetap sibuk dengan urusannya masing-masing, dan nyanyi itu pelan melenyap di telan sunyi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kawan, aku mendengar nyanyi sunyi tak lagi sesunyi yang di bayangkan Pram. Semua menjadi riuh dengan gemuruh yang memekakan dan berderap sigap menyongsong mimpi Kalabendu yang diangankan Ranggawarsita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ya, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; sebagai panggung telah menyiapkan dirinya menjadi potret yang gagal dan absurd bagi keadilan. Dalam imajinasi manusianya, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; bisa dan telah berarti apa saja. Sorga atau neraka, tumpukan sampah atau modal, semua hanya masalah seberapa yang kau punya untuk jalan kesana. Batas-batas telah dikemas menjadi setipis kulit ari dan mati bersama artinya. Selebihnya adalah horor yang menyergap dalam setiap fragmennya. Kematian dan kehidupan tak pernah mengajarkan sesuatupun selain pahit dan getir. Ya, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; oleh semua telah menjadi rimba ‘the end justifies the means’. Dan Jakarta memang cabo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Di layar tv orang tua berwajah ceria, berbangga untuk sebuah iklan, "&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:City&gt; terapung, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; punya monorel. Oke.. "&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Entahlah, tiba-tiba dibenakku teringat cerita seorang kawan dari pinggiran Banjir Kanal tentang rumahnya, "Disepanjang bantaran kali itu, berderet-deret rumah saya dan senasib saya, tidak mirip rumah sebetulnya karena kalau di kampung tempat seperti itu lebih mirip kandang kambing. Atapnya plastik, sobekan terpal, atau rongsokan seng yang kadang kalau angin bertiup sedikit kencang saja semua berhamburan terbang. Dindingnya sama saja, sakketemune, kardus bekas TV, patahan papan atau apa saja asal bisa buat penghalang angin. Dan yang paling bikin saya ngenes adalah bila hujan, sejam saja hujan turun, rumah kami berubah menjadi kali. Seringkali saya merasa ikan sapu-sapu mungkin lebih beruntung dibanding kami. Tetapi, bagaimana lagi? Hanya disanalah saya menjalani hidup sebagai manusia. Dari hari kehari membangun harapan dan menyemai mimpi. Entah sampai kapan?"&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-8703164711059335766?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/8703164711059335766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/8703164711059335766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/05/panggung.html' title='Panggung'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-8547862355698894042</id><published>2007-04-30T02:23:00.000+07:00</published><updated>2007-07-28T00:32:32.401+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalaman'/><title type='text'>Untuk pertama kalinya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RkDPEPS-zDI/AAAAAAAAAPA/Xt2MBVr1yEM/s1600-h/tiket%252Bcek%252Bwan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5062273652897008690" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RkDPEPS-zDI/AAAAAAAAAPA/Xt2MBVr1yEM/s200/tiket%252Bcek%252Bwan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ini pertama kalinya aku menonton konser. Biasanya aku males banget kalau diajak untuk itu. Alasanku sederhana, aku tidak mau berdesak-desakan. Tapi kali ini karena Cek Wan (panggilan kawanku untuk Iwan Fals) yang bakal manggung, maka gak ada alasan buatku untuk tidak ikut nonton dia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Duh, asyik banget...keren banget...(namanya juga fans-boleh dunk hiperbola). Dan yang bikin sedih, aku lupa membawa kamera digitalku untuk mengabadikan moment ini. Tapi tak mengapa, toh dia abadi juga di hati. Cuma sobekan tiket yang dapat kuselamatkan sebagai kenang-kenangan. Padahal aku sudah berusaha agar tiket itu tidak disobek, tapi penjaga pintu malah senyum saat aku bilang "duh disobek, padahal udah mahal-mahal belinya" Kawanku cuma bilang,"dasar ndesooooo..."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Buat Cek Wan, kapan niy main ke Banda Aceh lagi? Pakde Rendra dan Pakde Sawung Jabo juga...Aku tunggu loh...banget...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-8547862355698894042?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/8547862355698894042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/8547862355698894042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/05/untuk-pertama-kalinya.html' title='Untuk pertama kalinya'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RkDPEPS-zDI/AAAAAAAAAPA/Xt2MBVr1yEM/s72-c/tiket%252Bcek%252Bwan.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-6976666442284468224</id><published>2007-04-30T02:20:00.000+07:00</published><updated>2007-07-28T00:32:32.401+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalaman'/><title type='text'>Hati-hati Penipuan!!!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RkDP5PS-zEI/AAAAAAAAAPI/tm9fgQdA92c/s1600-h/kertas%252Bundian.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5062274563430075458" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RkDP5PS-zEI/AAAAAAAAAPI/tm9fgQdA92c/s200/kertas%252Bundian.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kasus penipuan semacam ini sangat marak sekarang di kotaku. Penipuan dengan modus kupon berhadiah yang terdapat dalam produk-produk terkenal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Padahal nyata-nyata produk tersebut tidak sedang mengadakan undian dalam bentuk apapun. Mana hadiah yang diberikan gede-gede lagi. Paling kecil hadiah sepeda motor, rata-rata memberikan hadiah mobil dengan harga mahal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kasus yang menimpa tetanggaku, dia mendapat kupon berhadiah dari produk &lt;a href="http://www.serambinews.com/index.php?aksi=bacaberita&amp;rubrik=1&amp;amp;amp;amp;amp;topik=2&amp;amp;beritaid=27583"&gt;Unilever&lt;/a&gt; dengan hadiah sebuah mobil. Agak tergiur karena kali ini seperti mendapat durian runtuh, toh bukan penipu yang menghubungi kita. Namun karena ada acara kirim-kirim uang segala langsung deh jadi curiga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan mamak langsung nyuruh adikku untuk melihat di internet apakah ada produk tersebut mengeluarkan undian berhadiah. Dan benar, ternyata undian itu hanya penipuan. Buat teman-teman, jangan mudah terpengaruh, sebaiknya mengecek ke costumer service produk yang bersangkutan atau ya seperti aku, coba lihat infonya di internet. JANGAN SAMPAI TERTIPU YA...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-6976666442284468224?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/6976666442284468224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/6976666442284468224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/05/kasus-penipuan-semacam-ini-sangat-marak.html' title='Hati-hati Penipuan!!!'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RkDP5PS-zEI/AAAAAAAAAPI/tm9fgQdA92c/s72-c/kertas%252Bundian.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-3549047034065289798</id><published>2007-04-25T22:23:00.000+07:00</published><updated>2007-07-28T00:32:32.401+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalaman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>IBU</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;Sore itu saat aku sedang mengistirahatkan pikiran-pikiranku dari rutinitas yang menjemukan, aku mencoba mencari hiburan dengan menonton acara di dalam kotak hitam ukuran 29 inch di rumahku. Kutekan tanda power pada remote control tv ku, secara otomatis kotak hitam itu menampilkan acara dari stasiun tv pilihanku.&lt;br /&gt;Sudah lumayan kurang aku menonton tv sekarang, sekedar melihat acara sinetron, film, reality show atau infotaiment sekarang ini, ini disebabkan aku lebih asyik dengan internet dan juga kesibukan kerja dan perkuliahanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini aku ingin menonton sesuatu yang menarik dari tayangan tv kali ini. Setelah beberapa kali mengganti chanel, akhirnya aku berhenti pada stasiun tv yang sedang menayangkan sebuah cerita pendek yang tak kukenal seorangpun pemainnya. Tampaknya aku ketinggalan bagian awal cerita, tapi aku tetap coba nyimak tontonan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span &gt;&lt;i&gt;Bagus…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamiah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dekat dengan keseharian…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tes…tes…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;Tiba-tiba dari sudut mataku mengalir air. Semakin lama semakin banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tayangan ini menceritakan sebuah kejadian yang terjadi pada sebuah keluarga kecil yang sederhana. Sang ayah seorang buruh bangunan, sang ibu seorang ibu rumah tangga yang baik, serta seorang putri berumur sekitar 11 tahun dan putra berumur sekitar 4 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kakak merasa akhir-akhir ini ibunya sering menyuruh-nyuruh dirinya untuk melakukan pekerjaan rumah. Mulai dari bereskan tempat tidur, mencuci piring, menyapu halaman, mengangkat jemuran, dan pekerjaan lainnya. Sewaktu ditanya kenapa pekerjaan itu hanya diserahkan kepadanya dan tidak kepada sang ayah, sang ayah berkata kalau itu tugas ibunya.&lt;br /&gt;“oh, tugas ibu ya?” jawabnya seakan paham dan berlalu pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore ia mendengar ayahnya sedang berbicara dengan seseorang.  “Maaf Pak, kami sudah selesai melakukan tugas-tugas kami dan kami berhak mendapatkan upah dari pekerjaan kami. Atau kami berhenti dari pekerjaan ini” ucap sang ayah.&lt;br /&gt;“Dan ini rincian nya Pak,” sambung sang ayah sambil memberi lembaran tagihan biaya yang harus dibayarkan sang tamu.&lt;br /&gt;“Baiklah kalau begitu, saya akan membayar tagihan ini besok, dan saya harap bapak dan teman-teman kembali bekerja lagi dan dapat menyelesaikan proyek ini” jawab sang tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mendengarkan pembicaraan antara sang ayah dan tamunya, si kakak mengangguk-angguk seakan mendapat pemahaman baru, bahwa bila seseorang telah menyelesaikan pekerjaannya, maka ia akan mendapatkan upah dari pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai detik itu perubahan tampak jelas dari tingkah laku si kakak ini. Tugas yang biasa malas-malasan dikerjakan kini dilakukan dengan semangat dan dia menjadi sangat rajin. Semua tugas dilakukan dengan segera dan sangat baik. Bahkan ia akan meminta kepada si ibu untuk memberikannya lagi tugas-tugas lain bila tugas yang diberikan oleh si ibu sudah selesai dikerjakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, di sore yang cerah, ia menjumpai ibunya sambil membawa secarik kertas. “Bu…baca ini deh” ujarnya riang sambil memberikan kertas itu kepada si ibu.&lt;br /&gt;“Apa ini?” Tanya si ibu.&lt;br /&gt;“Pokoknya ibu baca saja deh,”sahutnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span &gt;Dengan wajah penasaran sang ibu membuka kertas yang diberikan oleh si kakak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tagihan pekerjaan yang selesai ku kerjakan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Upah menjaga adik 2000 rupiah&lt;br /&gt;2. Upah membersihkan halaman 1500 rupiah&lt;br /&gt;3. Upah menyiram tanaman 1000 rupiah&lt;br /&gt;4. Upah menyuci piring 1000 rupiah&lt;br /&gt;5. Upah memberaskan tempat tidur 1000 rupiah&lt;br /&gt;6. Upah menjaga rumah 500 rupiah……dst&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Total upahku 10.000 rupiah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca tulisan itu si ibu hanya tersenyum. “Sebentar ya nak,” ujarnya dan lalu bergegas masuk kekamarnya hendak mengambil sesuatu. Dan tak lama kemudian terlihat si ibu keluar dari kamarnya dan membawa sebuah amplop.&lt;br /&gt;“Nah, ini untukmu,” ucap si ibu sambil menyerahkan amplop itu kepada si kakak.&lt;br /&gt;Si kakak dengan wajah ceria dan berseri-seri menerima amplop yang diberikan oleh ibunya.&lt;br /&gt;“Terima kasih ibu…” ujarnya sambil berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak langsung mengambil sepedanya dan mendayungnya menuju taman yang berada di dekat rumahnya. Ia sudah tidah sabar ingin melihat upah yang dia terima selama mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh ibunya. Setelah menemukan tempat yang enak, si kakak berhenti dan turun dari sepedanya.&lt;br /&gt;Dengan hati berdebar-debar dibukannya amplop tersebut perlahan-lahan. Betapa herannya si kakak karena ia tak menemukan uang selembarpun didalam sana, yang ada hanya selembar kertas. Dikeluarkannya kertas tersebut dari dalam amplop, dibuka dan mulai dibacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tagihan ibu untukmu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Upah mengandungmu selama 9 bulan 10 hari gratis&lt;br /&gt;2. Upah melahirkanmu dengan taruhan nyawaku gratis&lt;br /&gt;3. Upah menyusuimu gratis.&lt;br /&gt;4. Upah membersihkan popokmu gratis.&lt;br /&gt;5. Upah bangun ditengah malam karena kau ngompol gratis.&lt;br /&gt;6. Upah menjagamu disaat sakit gratis.&lt;br /&gt;7. Upah menyuapimu gratis…dst&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Total tagihan untuk kasih sayangku padamu GRATIS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung si kakak melarikan sepedanya dengan cepat menuju rumahnya dengan airmata yang bercucuran.&lt;br /&gt;Dari depan pintu rumahnya ia langsung berteriak-teriak memanggil-manggil ibunya. Si ibu yang sedang asyik mengobrol dengan sang ayah langsung menghampiri si kakak. Saat melihat sang ibu, si kakak langsung memeluk ibunya dengan masih terus menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maafkan kakak bu, kakak sayang ibu,” ujarnya sambil terisak-isak kemudian terus menangis sambil terus memeluk sang ibu.&lt;br /&gt;Dengan senyum bijaksana dan belaian lembutnya di rambut si kakak, si ibu hanya berkata “Ibu juga sayang sama kakak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang menyaksikan cerita itu langsung teringat pada ibuku. Duh…betapa banyak pengorbanannya padaku selama ini. Sampai aku jadi seperti sekarang ini. Bahkan aku belum bisa membalas jasanya sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu (mamak kalau aku memanggilnya)……&lt;br /&gt;Terima kasih atas segala pengorbanan dan kasih sayangmu padaku selama ini.&lt;br /&gt;Tak ada yang dapat ku lakukan untuk membalas semua kebaikanmu.&lt;br /&gt;Hanya doa teriring dalam setiap lirih suaraku kepada Sang Pencipta&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Seandainya aku bisa berbuat kebaikan, semoga ganjarannya diberikan juga untuk ibunda yang telah menjadi jalan terlahirnya aku ke dunia ini. Amin ya Rabbal Alamin”&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-3549047034065289798?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/3549047034065289798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/3549047034065289798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/04/ibu.html' title='IBU'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-1813557729212842205</id><published>2007-04-11T20:17:00.000+07:00</published><updated>2007-07-28T00:33:16.093+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Tempat Penitipan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kulihat kau begitu kebingungan. Ah…biar saja. Salahmu sendiri, kau selalu tidak sabar. Padahal kau tahu perlu cara-cara tertentu untuk dapat terus bersamaku. Bahwa kau tahu aku selalu bisa diandalkan. Tetapi kau malah sering sesuka hatimu terhadapku. Kecerobohan dan ketidak-sabaranmu sering membuat aku panas dingin. Aku sering merasa tertekan secara fisik dan kejiwaan karena sikapmu. Kau tempatkan aku sesukamu. Kadang buku-bukumu yang tebal itu menghimpitku dalam tas yang sejak dari kau beli belum sekalipun kau cuci sampai sekarang, itu bisa kutahu dari baunya. Belum lagi bila kau membawa makanan yang masih hangat sebagai bekal makan pagimu dikantor atau sekadar minuman dingin untuk menghilangkan haus ditempat kuliahanmu. Padahal banyak hal-hal yang penting yang kau titipkan kepadaku untuk kusimpan, aku bagai tempat penyimpanan bagimu yang dapat sewaktu-waktu kau ambil bila kau perlukan. Dan kau meletakkan ku begitu saja dalam tas besarmu itu, terhimpit, kepanasan, kedinginan disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau masih terus mencoba untuk dapat membuka gambar yang kau titip padaku kemarin, gambar yang kau peroleh saat browsing di internet. Namun tetap gagal. Kau berusaha membuang semua titipanmu padaku, tapi sayang kau tetap bisa. Ku rasa kau membutuhkan bantuan orang lain untuk dapat melakukan itu, membuat aku seperti sediakala, bersih tanpa satupun barang titipan darimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu kau sayang padaku. Itu terlihat dari asesoris yang kau kenakan padaku. Sebuah gantungan berbentuk mickey mouse berwarna merah jambu dengan cantelan bintang bermatakan warna yang sama. Tapi kau hanya mempercantiku saja, dan memperlakukanku dengan buruk sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurasa ini sudah menjadi pelajaran bagimu. Bila hal-hal yang kau titipkan kepadaku kau rasa penting maka lakukan prosedur tertentu terhadapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak kau bisa melakukan Safely Remove Hardware&lt;br /&gt;Kau tinggal meng-klik “safely remove USB mass storage device-drive(…)”&lt;br /&gt;Menunggu beberapa saat, dan aku sudah bisa aman untuk kau cabut dari computer dan  satu lagi tolong kau letakkan aku di tempat yang baik. Tidak terhimpit-himpit, kepanasan dan kedinginan. Ini untuk kelanggengan kebersamaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih…by Data Traveler 512MB milikmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-1813557729212842205?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/feeds/1813557729212842205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4776935296774067474&amp;postID=1813557729212842205&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/1813557729212842205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/1813557729212842205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/04/tempat-penitipan.html' title='Tempat Penitipan'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-1619349063152903034</id><published>2007-04-11T14:15:00.000+07:00</published><updated>2007-07-27T23:41:44.975+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kekuatan Pujian</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ini kisah nyata tentang seorang penyanyi terkenal di Eropa, wanita bersuara bagus. Dia bersuamikan seorang pemusik dan seorang pengarang lagu. Begitu pandainya sang suami ini tentang lagu, nada, birama, dan hal lain di bidang musik, sehingga dia selalu menemukan apa yang harus dikoreksi ketika isterinya menyanyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau isterinya menyanyi, selalu saja ada komentar dan kritik seperti; bagian depan kurang tinggi. Lain kali dia berkata, bagian ini kurang pelan. Kali lain dia mengkritik, "bagian akhir harusnya "kres".. naik sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu saja ada komentar pedas yang dia lontarkan kalau isterinya menyanyi dan bersenandung. Akhirnya wanita itu malas menyanyi.Dia berkeputusan "Wah, tidak usah menyanyi saja, jika semua salah. Malah kadang menjadi pertengkaran..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, karena suatu musibah, sang suami meninggal dan lama setelah itu si wanita menikah lagi dengan seorang tukang ledeng. Tukang ledeng ini tidak tahu menahu soal musik. Yang ia tahu isterinya bersuara bagus dan dia selalu memuji isterinya kalau bernyanyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika isterinya bertanya, "Pak, bagaimana laguku?"&lt;br /&gt;Dia menjawab antusias, "Ma, saya ini selalu ingin cepat pulang karena mau dengar engkau menyanyi."&lt;br /&gt;Lain kali dia berkata, "Ma, kalau saya tidak menikah dengan engkau, mungkin saya sudah tuli karena bunyi dentuman, bunyi gergaji, bunyi cericit drat pipa ledeng, gesekan pipa ledeng dan bunyi pipa lainnya yang saya dengar sepanjang hari kalau saya bekerja. Sebelum saya menikah denganmu, saya sering mimpi dan terngiang-ngiang suara gergaji yang tidak mengenakkan itu ketika tidur. Sekarang setelah menikah dan sering mendengar engkau menyanyi, lagu mu lah yang terngiang-ngiang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrinya sangat bersuka cita, tersanjung. Hal itu membuat dia gemar bernyanyi, bernyanyi dan bernyanyi. Mandi dia bernyanyi, masak dia bernyanyi dan tanpa disadarinya dia berlatih, berlatih dan berlatih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaminya mendorong hingga dia mulai merekam dan mengeluarkan kaset volume pertama dan ternyata disambut baik oleh masyarakat. Wanita ini akhirnya menjadi penyanyi terkenal, dan dia terkenal bukan pada saat suaminya ahli musik, tetapi saat suaminya seorang tukang ledeng, yang memberinya sedikit demi sedikit pujian ketika dia menyanyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit pujian memberikan penerimaan. Sedikit pujian memberikan rasa diterima, memberikan dorongan, semangat untuk melakukan hal yang baik dan lebih baik lagi. Sedikit pujian dapat membuat seseorang bisa meraih prestasi tertinggi. Omelan, bentakan, kecaman, amarah atau kritik sesungguhnya tidak akan banyak mengubah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-1619349063152903034?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/1619349063152903034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/1619349063152903034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/04/kekuatan-pujian.html' title='Kekuatan Pujian'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-6852557842200121576</id><published>2007-04-11T14:07:00.000+07:00</published><updated>2007-07-28T00:36:51.131+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obrolan'/><title type='text'>Lama Panggilan 00:03:23</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tut…tut…tut…tut…tut…tu…&lt;br /&gt;“Halo” sahut suara dari seberang hp ku.&lt;br /&gt;“Halo, Assalamualaikum”&lt;br /&gt;“Waalaikumsalam” jawab suara itu lagi.&lt;br /&gt;“Belum tidur Mo?” tanyaku basa-basi.&lt;br /&gt;“Mau tidur ni”&lt;br /&gt;“Aku ngeganggu ya?”&lt;br /&gt;“iya” jawabmu tanpa basa-basi.&lt;br /&gt;“hihihihi….” Jujur banget niy orang. Tapi aku suka kamu yang begini&lt;br /&gt;“Apa kabar Mo?”&lt;br /&gt;“Baik. Hanum apa kabar?”&lt;br /&gt;“Baik. Sehat banget malah, sekarang Hanum malah udah gemuk”ujarku dengan suara riang&lt;br /&gt;“Senang ya?” ujarmu datar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lalu menjelaskan bahwa kemarin aku ke Tangse dan disana kerjaku makan tidur, makanya aku jadi gemuk. Memang itu cuma alasanku saja. Aku tidak ingin kamu berfikir bahwa sekarang aku senang dan saat-saat dulu aku bersamamu aku tidak senang. Aku menikmati kebersamaan kita kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berbicara dengan singkat lalu kita memutuskan obrolan kita,“Ya udah ya Mo, salam buat Teguh”&lt;br /&gt;Teguh, adik sepupumu yang saat ini bersamamu di Kota Kembang itu untuk berlibur.&lt;br /&gt;“Iya. Commo mau tidur, capek seharian jalan”&lt;br /&gt;“Assalamualaikum” lanjutmu.&lt;br /&gt;“Wa alaikumsalam” jawabku.&lt;br /&gt;Tut……..tertulis di hp ku lama panggilan 00:03:23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini obrolan pertama kita. Setelah kita memutuskan untuk tidak bersama lagi dalam ikatan yang disebut “pacaran” oleh kebanyakan orang, sejak itu kita tidak saling ngobrol dan berjumpa lagi. Hanya pesan-pesan singkat melalui sms yang kita lakukan sekedar menayakan kabar, itupun bisa dihitung dengan jari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada rasa kangen untuk berjumpa sekedar menatap wajahmu dan ngobrol sekedar mendengar suaramu dan menyimak setiap kata-katamu saat membacakan monolock-mu di tidur malamku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai jumpa lagi Mo…aku kangen lho… :)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-6852557842200121576?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/feeds/6852557842200121576/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4776935296774067474&amp;postID=6852557842200121576&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/6852557842200121576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/6852557842200121576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/04/lama-panggilan-000323.html' title='Lama Panggilan 00:03:23'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-5308808072040183848</id><published>2007-04-10T21:39:00.000+07:00</published><updated>2007-07-28T00:36:51.132+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obrolan'/><title type='text'>Request</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Berawal dari perkenalan dalam dunia maya yang aneh dengan mu. Kau jauh tapi begitu dekat bagi ku. Sosok mu mengingatkan ku pada saudara laki-laki ku. Sekarang kau sedang berada di negeri perantauan. Negeri sakura kata mu, Negeri Matahari terbit kataku. Sikapmu yang bijaksana membuat aku bersimpati kepada mu. Belum lagi kau begitu memperhatikan ku, mau bersusah payah mengajarkan ku bahasa negeri sakura itu. Walau aku sudah menyerah duluan sebelum kau mengajari ku.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Asal ada kemauan pasti bisa kok. Siapapun klo mau belajar pasti pinter. Gak ada istilah orang goblok, yang ada cuma orang males aja” (&lt;em&gt;ex.civic_falestra :2/5/2007 8:21:40 PM&lt;/em&gt;) begitu ujar mu saat aku merasa kesulitan mempelajari bahasa negeri penjajah yang pernah menjajah Indonesia selama kurang lebih tiga tahun setengah itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai anak Surabaya engkau juga tidak melupakan bahasa daerahmu. Kau juga fasih dengan bahasa daerahmu. Yang membuat aku kagum kau selalu mau berbagi ilmu apa saja kepadaku. Termasuk ilmu buat ngerjain orang-orang yang mengganggu Room Jakarta Global 54 atau 67 kesayanganmu juga aku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terus terang saat melihatmu pertama kali melalui webcam aku kaget, karena kau berbeda dengan sosok yang ku bayangkan selama ini. Dari ciri-ciri fisikmu aku bisa tahu kalau kau bukan asli keturunan nusantara, dan ternyata benar. Kau lahir dari rahim seorang wanita asal Jawa dan memiliki ayah seorang keturunan Thionghoa. Tapi itu nggak membuat aku terus menjauhi mu. Malah aku ingin lebih mengenalmu. Kau orang yang asyik untuk diajak ngobrol. Mulai dari tentang pengalaman hidup, tekhnologi sampai hal-hal baru yang lagi trend sekarang ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kau seorang pekerja yang ulet menurut ku. Itu ku tahu dari ceritamu yang telah melang-lang buana hampir ke seluruh pulau di nusantara ini untuk bekerja. Mulai dari bekerja di toko roti sampai di perusahaan Futuba sekarang ini di negeri Sakura itu. Dan semua kau lakukan dengan penuh suka cita. Bagimu bekerja seperti berekreasi, kau nikmati setiap detiknya. Malah kini kau menguasai banyak bahasa daerah lain tempat kau pernah mampir dan bekerja disana.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masa lalumu sudah mengubah cara berfikir dan bersikapmu. Itu yang kutangkap saat berbincang denganmu tentang keluargamu. Seakan itu jadi cambuk bagimu. Kini kau menjadi lebih sayang dan peduli kepada orang tua, keluarga, teman dan orang-orang disekelilingmu, seperti kepada ku, hihihi.....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan kau telah meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk mu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Hajime mashite" Itu kalimat pertama yang kau ajarkan kepadaku saat memulai belajar bahasa sakura itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan kau menerjemahkannya sebagai "Perkenalkan nama saya", lalu kau lanjutkan dengan kalimat-kalimat lain yang terdengar asing di telingaku, tapi mengasyikkan dan seru. Kadang dengan bahasa itu aku menyapamu di Room kita. Membuat para chatter di room itu keheranan, mungkin lebih tepatnya iri. Haha...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Itu menjadikan kau terasa semakin dekat padaku. Lain waktu kau mengajarkan aku untuk menggunakan program-program baru dari internet, dan dengan sabar kau membimbingku, padahal aku gaptek (gagap tekhnologi) banget. Temanku saja suka sebel kalau mengajari aku menggunakan layanan-layanan di internet ini, suka nggak ngerti-ngerti (semoga temanku nggak membaca tulisan ini). Dan membuat kesabarannya hilang. Hihihi...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu hari kau mengatakan minta dibuatkan tulisan untukmu di blog aku yang masih bayi ini. Aku langsung setuju. Tapi aku nulis apa ya?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Buatkan saja puisi untuk ku" ujarmu memberi ide.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Ah mana bisa aku buat yang kayak gitu mas" Lalu aku mulai berfikir untuk membuat sebuah tulisan dengan latar belakang perkenalan kita dan saat aku belajar bahasa Jepang bersamamu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah, ini hasil tulisanku mas. Jelek ya. Maklum amatir. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hi...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Arigato...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;sayonara, matta aimasyo...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-5308808072040183848?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/feeds/5308808072040183848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4776935296774067474&amp;postID=5308808072040183848&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/5308808072040183848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/5308808072040183848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/04/request.html' title='Request'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-7166859398896170733</id><published>2007-04-10T01:26:00.000+07:00</published><updated>2007-07-28T00:37:22.846+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nanggroe'/><title type='text'>Sekilas Info dari Nanggroe</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhqGJmpZvoI/AAAAAAAAAMU/n2BrUrsDZTk/s1600-h/brr.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051497431600578178" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhqGJmpZvoI/AAAAAAAAAMU/n2BrUrsDZTk/s200/brr.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;HIMBAUAN MAHASISWA UNSYIAH UNTUK RAKYAT ACEH&lt;br /&gt;“RAKYAT ACEH MAKIN MISKIN, PEJABAT BRR MAKIN KAYA”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaji yang cukup besar para pejabat Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) NAD- Nias membuat deru derita baru rakyat Aceh. Kepala Bapel BRR menerima gaji 60 juta lebih perbulan dikali dengan 4 tahun maka seorang pejabat BRR menerima gaji 2,880 milyar lebih, ditambah lagi belanja aparatur lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan pejabat BRR yang duduk di Dewan Pengawas dan Dewan Pengarah bergaji besar tersebut tidak pernah pergi ke Aceh untuk mengarahkan kerja BRR, tapi mereka juga mendapatkan gaji puluhan juta rupiah. Yang lebih ironis lagi adalah Dewan Pengawas dan Dewan Pengarah BRR sudah menjadi Almarhum tapi mereka masih mendapatkan gaji besar dari BRR dengan alasan belum ada Kepres baru dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mungkinkah mayat mengambil gaji di BRR?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegemukan stuktur di BRR juga sangat menguras dana rekonstruksi. Disatu sisi ada Dewan pengawas di sisi lain ada Deputi pengawas yang mempunyai tugas yang sama yakni untuk mengawasi Bapel BRR NAD-Nias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah sejarah Petro Dolar Aceh kembali terulang? Daerah yang dulu pernah berjaya kemudian hanya membuat kaya segelintir orang dan rakyat Aceh kembali hidup dibawah garis kemiskinan. BRR yang saat ini memiliki dana cukup besar dapat membuat masyarakat Aceh sejahtera atau memperkaya beberapa orang saja???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat disalutkan sederetan aktivis, Akademisi, Politikus, militer, wakil rakyat serta tokoh-tokoh Aceh yang sudah terlibat didalam sistem rekon Aceh di BRR ternyata DIAM tak berbicara, mungkinkah mereka sudah mendapat apa yang mereka inginkan? Sehingga mereka melupakan apa yang menjadi harapan rakyat AcehMari kita doakan saudara-saudara kita yang berada di BRR yang sudah kenyang dengan surga BRR, sehingga Allah memberikan hidayah kembali bagi mereka untuk berada di jalan yang benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”MAU HIDUP NYANTAI TAPI BANYAK UANG…&lt;br /&gt;KERJA DI BRR, GAJI PASTI BANYAK”&lt;br /&gt;TANYA KENAPA???&lt;br /&gt;BECAUSE WHY, KARENA BRR NGGAK TAHU DIRI&lt;br /&gt;THAT’S RIGHT BROTHER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah tulisan selembaran yang ku dapatkan sewaktu aku melintasi Simpang Lima kota Banda Aceh untuk menuju warnet. Pada bundaran tersebut berkumpul mahasiswa dan mahasiswi berjas almamater Unsyiah Aceh. Mereka mengusung beberapa spanduk dan tulisan di karton sambil membagi-bagikan selebaran. Ada juga sesosok mayat yang tidur di pinggir trotoar dengan sebuah tulisan disebelahnya “Apakah Mayat Bisa Mengambil Gaji di BRR?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga kulihat beberapa orang petugas kepolisian berjaga-jaga disana. Demontrasi kecil-kecilan dari mahasiswa pikirku. Dan biasanya hanya jadi angina lalu saja. Aceh akan tetap begini pikir ku. Kemakmurannya hanya jadi milik segelintir orang, bahkan mereka yang menikmatinya bukan anak Nanggroe ini. Tapi kini pemerintahan di Aceh telah berganti. Besar harapan ku Aceh bisa makmur dan sejahtera dan berjaya kembali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-7166859398896170733?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/7166859398896170733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/7166859398896170733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/04/sekilas-info-dari-nanggroe.html' title='Sekilas Info dari Nanggroe'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhqGJmpZvoI/AAAAAAAAAMU/n2BrUrsDZTk/s72-c/brr.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-4270516156554671372</id><published>2007-04-10T01:10:00.000+07:00</published><updated>2007-07-27T23:46:26.329+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Medik'/><title type='text'>MALPRAKTEK MEDIK</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhqEt2pZvnI/AAAAAAAAAMM/PyeYlu0rQYA/s1600-h/dokter%2B1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051495855347580530" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhqEt2pZvnI/AAAAAAAAAMM/PyeYlu0rQYA/s200/dokter%2B1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Akhir-akhir ini tuntutan hukum terhadap dokter dengan dakwaan melakukan malpraktek makin meningkat dimana-mana, termasuk di negara kita. Ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran hukum masyarakat, dimana masyarakat lebih menyadari akan haknya. Disisi lain para dokter dituntut untuk melaksanakan kewajiban dan tugas profesinya dengan hati-hati dan penuh tanggung jawab. Seorang dokter hendaknya dapat menegakkan diagnosis dengan benar sesuai dengan prosedur, memberikan terapi dan melakukan tindakan medik sesuai standar pelayanan medik, dan tindakan itu memang wajar dan diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di Negara-negara maju tiga besar dokter spesialis menjadi sasaran utama tuntutan ketidaklayakan dalam praktek, yaitu spesialis bedah (ortopedi, plastic dan syaraf), spesialis anestesi dan spesialis kebidanan &amp;amp; penyakit kandungan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Malpraktek medik adalah kelalaian seorang dokter untuk mempergunakan tingkat keterampilan dan ilmu pengetahuan yang lazim di pergunakan dalam mengobati pasien atau orang yang terluka menurut ukuran di lingkungan yang sama. Yang dimaksud dengan kelalaian disini adalah sikap kekurang hati-hati, yaitu tidak melakukan apa yang seseorang dengan sikap hati-hati melakukannya dengan wajar, atau sebaliknya melakukan apa yang seseorang dengan sikap hati-hati tidak akan melakukannya dalam situasi tersebut. Kelalaian diartikan pula dengan melakukan tindakan kedokteran dibawah standar pelayanan medik.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kelalaian bukanlah suatu pelanggaran hukum atau kejahatan, jika kelalaian itu tidak sampai membawa kerugian atau cedera kepada orang lain dan orang itu dapat menerimanya. Ini berdasarkan prinsip hukum “De minimis noncurat lex,” yang berarti hukum tidak mencampuri hal-hal yang dianggap sepele. Tetapi jika kelalaian itu mengakibatkan kerugian materi, mencelakakan bahkan merenggut nyawa orang lain, maka ini diklasifikasikan sebagai kelalaian berat (culpa lata), serius dan kriminil.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tolak ukur culpa lata adalah:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Bertentangan dengan hukum&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Akibatnya dapat dibayangkan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Akibatnya dapat dihindarkan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Perbuatannya dapat dipersalahkan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi malpraktek medik merupakan kelalaian yang berat dan pelayanan kedokteran di bawah standar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Malpraktek medik murni (criminal malpractice) sebenarnya tidak banyak dijumpai. Misalnya melakukan pembedahan dengan niat membunuh pasiennya atau adanya dokter yang sengaja melakukan pembedahan pada pasiennya tanpa indikasi medik, (appendektomi, histerektomi dan sebagainya), yang sebenarnya tidak perlu dilakukan, jadi semata-mata untuk mengeruk keuntungan pribadi. Memang dalam masyarakat yang menjadi materialistis, hedonistis dan konsumtif, dimana kalangan dokter turut terimbas, malpraktek diatas dapat meluas.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pasien/keluarga menaruh kepercayaan kepada dokter, karena:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Dokter mempunyai ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk menyembuhkan penyakit atau setidak-tidaknya meringankan penderitaan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Dokter akan bertindak dengan hati-hati dan teliti&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Dokter akan bertindak berdasarkan standar profesinya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dokter dikatakan melakukan malpraktek jika:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Dokter kurang menguasai iptek kedokteran yang sudah berlaku umum dikalangan profesi kedokteran&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Memberikan pelayanan kedokteran dibawah standar profesi (tidak lege artis)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Melakukan kelalaian yang berat atau memberikan pelayanan dengan tidak hati-hati&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Melakukan tindakan medik yang bertentangan dengan hukum&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika dokter hanya melakukan tindakan yang bertentangan dengan etik kedokteran, maka ia hanya telah melakukan malpraktek etik. Untuk dapat menuntut penggantian kerugian kerena kelalaian, maka penggugatan harus dapat membuktikan adanya 4 unsur berikut:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Adanya suatu kewajiban bagi dokter terhadap pasien&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Dokter telah melanggar standar pelayanan medik yang lazim dipergunakan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Penggugat telah menderita kerugian yang dapat dimintakan ganti ruginya&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;- Secara faktual kerugian itu disebabkan oleh tindakan dibawah standar&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kadang-kadang penggugat tidak perlu membuktikan adanya kelalaian yang tergugat. Dalam hukum terdapat suatu kaedah yang berbunyi “Res Ipsa Loquitur”, yang berarti faktanya telah berbicara, misalnya terdapatnya kain kasa yang tertinggal di rongga perut pasien, sehingga menimbulkan komplikasi pasca bedah. Dalam hal ini maka dokter lah yang harus membuktikan tidak adanya kelalaian pada dirinya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kelalaian dalam arti perdata berbeda dengan arti pidana. Dalam arti pidana (kriminil), kelalaian menunjukkan kepada adanya suatu sikap yang sifatnya lebih serius, yaitu sikap yang sangat sembarangan atau sikap sangat tidak hati-hati terhadap kemungkinan timbulnya resiko yang bisa menyebabkan orang lain terluka atau mati, sehingga harus bertanggung jawab terhadap tuntutan kriminal oleh Negara.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Contoh Kasus &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Seorang dokter memberi cuti sakit berulang-ulang kepada seorang tahanan, padahal orang tersebut mampu menghadiri sidang pengadilan perkaranya. Dalam hal ini dokter terkena pelanggaran Kode Etik Kedokteran (KODEKI) Bab-I pasal 7 dan KUHP pasal 267.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;KODEKI Bab I pasal 7&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seorang dokter hanya memberi keterangan atau pendapat yang dapat dibuktikan kebenarannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;KUHP pasal 267Dokter yang dengan sengaja memberikan surat keterangan palsu tentang adanya atau tidak adanya penyakit, kelemahan atau cacat, dihukum dengan hukuman penjara selama 4 tahun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. seorang penderita gawat darurat dirawat di suatu rumah sakit dan ternyata memerlukan pembedahan segera. Ternyata pembedahan tertunda-tunda, sehingga penderita meninggal dunia. Pelanggaran etik dan hukum kasus ini ada 2 kemungkinan:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;a. jika tertundanya penbedahan tersebut disebabkan kelalaian dokter, maka sikap dokter tersebut bertentangan dengan lafal sumpah dokter, KODEKI Bab II pasal 10 dan KUHP pasal 304 dan 306&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lafal sumpah dokter:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya akan senantiasa mengutamakan kesehatan penderita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;KODEKI Bab II pasal 10&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seorang dokter wajib melakukan pertolongan darurat sebagai suatu tugas kemanusiaan.KUHP pasal 304&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Barang siapa yang dengan sengaja menyebabkan atau membiarkan seseorang dalam kesengsaraan, sedangkan ia wajib memberi kehidupan, perawatan dan pemeliharaan berdasarkan hukum yang berlaku baginya atau karena suatu perjanjian, dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya 2 tahun 8 bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 4.500,-KUHP pasal 306(2) jika salah satu perbuatan tersebut berakibat kematian, maka bersalah dihukum dengan hukuman perjara selama-lamanya 9 tahun.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;b. jika tertundanya pembedahan tersebut disebabkan keluarga penderita belum membayar uang panjar untuk rumah sakit, maka rumah sakitlah yang terkena pasal-pasal KUHP 304 dan 306, sedang dokter terkena pelanggaran KODEKI.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi walaupun kesadaran hukum meningkat akhir-akhir ini, namun untuk menegakkan hukum itu di tengah-tengah masyarakat, masih menghadapi hambatan-hambatan. Hambatan lain tentunnya, bahwa unsur-unsur penegak hukum kadang kala belum siap menangani kasus-kasus yang diajukan, karena terbatasnya pengetahuan dalam bidang medik dan belum adanya perundang-undangan dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan kasus-kasus yang diajukan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Walaupun dalam KODEKI telah tercantum tindakan-tindakan yang selayaknya tidak dilakukan oleh seorang dokter dalam menjalankan profesinya, akan tetapi sanksi bila terjadi pelanggaran etik tidak dapat diterapkan dengan seksama.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam etik sebenarnya tidak ada batas-batas yang jelas antara boleh atau tidak, oleh karena itu kadang kala sulit memberikan sanksi-sanksinya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di negara-negara maju terdapat Dewan Medis (Medical Council) yang bertugas melakukan pembinaan etika profesi dan menanggulangi pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan terhadap etik kedokteran. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di Negara kita IDI telah mempunyai Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK), baik di tingkat pusat maupun di tingkat cabang. Walaupun demikian, MKEK ini belum lagi dimanfaatkan dengan baik oleh para dokter maupun masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masih banyak kasus yang keburu diajukan ke pengadilan sebelum ditangani oleh MKEK. Oleh karena fungsi MKEK ini belum memuaskan, maka pada tahun 1982 Departeman Kesehatan membentuk Panitia Pertimbangan dan Pembinaan Etik Kedokteran (P3EK) yang terdapat pula di pusat dan di tingkat propinsi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tugas P3EK ialah menangani kasus-kasus malpraktek etik yang tidak dapat ditanggulangi oleh MKEK, dan memberi pertimbangan serta usul-usul kepada pejabat berwenang.Jadi instansi pertama yang akan menangani kasus-kasus malpraktek etik ialah MKEK cabang atau wilayah. Masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh MKEK dirujuk ke P3EK Propinsi dan jika P3EK Propinsi tidak mampu menanganinya maka kasus tersebut diteruskan ke P3EK Pusat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Begitu juga kasus-kasus malpraktek etik yang dilaporkan kepada propinsi, diharapkan dapat diteruskan lebih dahulu ke MKEK Cabang atau Wilayah. Dengan demikian diharapkan bahwa semua kasus pelanggaran etik dapat diselesaikan secara tuntas.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tentulah jika sesuatu pelanggaran merupakan malpraktek hukum pidana atau perdata, maka kasusnya diteruskan kepada pengadilan. Dalam hal ini perlu dicegah bahwa oleh karena kurangnya pengetahuan pihak penegak hukum tentang ilmu dan teknologi kedokteran menyebabkan dokter yang ditindak menerima hukuman yang dianggap tidak adil.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[ dikutip dari buku Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan: M Yusuf Hanafiah]&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-4270516156554671372?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/4270516156554671372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/4270516156554671372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/04/malpraktek-medik.html' title='MALPRAKTEK MEDIK'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhqEt2pZvnI/AAAAAAAAAMM/PyeYlu0rQYA/s72-c/dokter%2B1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-1572477252994289003</id><published>2007-04-09T22:06:00.000+07:00</published><updated>2007-07-28T00:32:32.401+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalaman'/><title type='text'>Kisah Perjalanan Tangse</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Saat-saat keberangkatan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pukul 09.20 (waktu menurut jam tanganku), mobil Mitsubisi L-300 dengan nomor polisi BL 1308 PB tiba dirumahku. Itu adalah mobil penumpang yang akan membawaku menuju Tangse. Kulihat &lt;a href="http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/04/khs-beres-tangseim-coming.html"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Mila&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;langsung keluar dari dalam mobil dan menyuruhku masuk kedalam mobil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Maaf lama, sopirnya jemput penumpang lain dulu, mana mutar-mutar jalannya.” bisik Mila, merasa tidak enak denganku. Bayangkan saja telat 1 jam 20 menit dari jadwal. Ditambah lagi kursi yang seharusnya di isi dengan 3 orang kali ini harus diisi 4 orang. Jadi kebayangkan sempitnya didalam sana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Untung yang duduk dideretanku orangnya kecil-kecil. Lalu mobil itu melaju lagi. Kukira kali ini langsung berangkat, tidak tahunya menjemput seorang penumpang lagi. Padahal udah padat banget. Kalau dijumlah dari kursi supir ada 3 orang perempuan dewasa ditambah sopir, lalu baris kedua ada aku, Mila, dan sepasang suami istri dan kedua anaknya, baris ketiga ada 4 orang dewasa dan seorang anak kecil dan dibaris keempat (paling belakang) ada 2 orang laki-laki dewasa, jadi keseluruhan adalah 14 orang dewasa dan 3 anak-anak. Padahal standarnya 11 orang dewasa. Untungnya semua jadi tidak terasa karena sepanjang jalan aku dan Mila asyik ngobrol, maklum udah lama tidak jumpa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hari-hari di Tangse&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pukul 13.20 (masih waktu menurut jam tanganku). Aku tiba dirumah Aziziah (tempat aku nginap). Di desa bernama Krueng Dhot (desa di kecamatan Tangse Kabupaten Aceh Pidie). Kami disambut ramah &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;a href="http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/04/khs-beres-tangseim-coming.html"&gt;Azizah&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;dan keluarganya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;. Setelah salaman dan cipika cipiki (cium pipi kanan- cium pipi kiri) kami langsung disuruh makan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhpZwGpZvUI/AAAAAAAAAJ8/AWL3ESRHQJc/s1600-h/tangse+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051448615002291522" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 183px; CURSOR: hand; HEIGHT: 141px" height="166" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhpZwGpZvUI/AAAAAAAAAJ8/AWL3ESRHQJc/s200/tangse+1.jpg" width="200" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:78%;"&gt;Bersama keluarga Azizah&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:78%;"&gt;Dari kiri, mamak, Rizki (adik angkat Azizah), Azizah, aku, Mila, Mansur (adik Azizah), Chairunnisa (adik Azizah)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Setelah sholat, aku dan Mila memutuskan untuk jalan-jalan ke sungai, karena dirumah masih ada kenduri (untuk ayahnya yang sudah almarhum) dan tamu masih berdatangan maka Azizah tidak bisa ikut menemani. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Setelah melewati jalan setapak yang menurun, sungai sudah kelihatan. Aku langsung turun. Kulihat ada sepasang sandal tergeletak disitu dan mulai mencari pemiliknya tapi sial, haiks…ternyata ada yang lagi buang hajat (full view) duh malunya. Wah belum apa-apa aku udah sial. Mila langsung cekikikan liat aku yang yang salah tingkah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sekarang aku lebih hati-hati kalo mau turun ke sungai liat dulu apakah ada pengunjung lain atau tidak (kebiasaan orang kampung, buang hajat di sungai). Cuaca saat itu mendung, hujan rintik-rintik, tapi kita nekad untuk turun ke sungai. Tidak begitu dalam airnya sehingga kali ini aku memutuskan untuk menyusuri sungai bukan dari tepiannya tapi langsung ditengah-tengah sungai. Asyik, tapi harus hati-hati karena batunya licin. Sempat foto anak-anak lagi mandi juga. Lalu setelah asyik disungai, Mila mengajak untuk mampir ke rumah Cut Bit (panggilan untuk adik mamaknya Azizah). Aku nurut saja. Soalnya aku kan belum pernah kesini. Kalau Mila sudah beberapa kali.&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhpbvWpZvYI/AAAAAAAAAKc/pgsYKCKoNfs/s1600-h/tangse+2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051450801140645250" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 95px; CURSOR: hand; HEIGHT: 122px" height="200" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhpbvWpZvYI/AAAAAAAAAKc/pgsYKCKoNfs/s200/tangse+2.jpg" width="120" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhqNmGpZvtI/AAAAAAAAAM8/dwEl-ufxNzs/s1600-h/tangse+3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051505617808244434" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 87px; CURSOR: hand; HEIGHT: 122px" height="200" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhqNmGpZvtI/AAAAAAAAAM8/dwEl-ufxNzs/s200/tangse+3.jpg" width="105" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhqOu2pZvuI/AAAAAAAAANE/xFmEmhJPO3c/s1600-h/sohib.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051506867643727586" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 97px; CURSOR: hand; HEIGHT: 124px" height="134" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhqOu2pZvuI/AAAAAAAAANE/xFmEmhJPO3c/s200/sohib.jpg" width="150" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;1. Sungai yang berada di belakang rumah Azizah, 2. Anak-anak sekitar yang mandi dan bermain di sungai, 3. Bersama Mila (seneng banget bisa ke Tangse sama-sama)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sesampainya di rumah Cut Bit kami disuguhi teh dan durian plus lemang (pasangan kalo makan durian) kesukaan Mila, aku tidak ikut makan karena tidak suka durian. Cut Bit orang yang ramah, sepanjang obrolan tertawa terus, aku juga ikut tertawa. Tapi tidak sepatah katapun keluar dari bibirku. Soalnya aku tidak begitu bisa bahasa Aceh. Tapi aku mengerti sebagian besar yang dikatakannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pukul 15.50 (waktu menurut jam tanganku), sepertinya kami harus kembali ke rumah Azizah. Maka kamipun pamit untuk pulang sama Cut Bit. Saat diluar sebagai tamu yang baik aku mesti menggucapkan kata-kata perpisahan. Maka sambil memegang kepala cucu Cut Bit yang kecil aku bilang, “Pulang dulu ya, nanti kami mampir lagi kesini,” serta merta seluruh yang ada disitu jadi diam semua. Seperti ada malaikat lewat. Lalu aku segera sadar kalo mereka tidak mengerti apa yang aku ucapkan (parah banget mereka, sama sekali tidak mengerti bahasa Indonesia. Kalau keluarga Azizah semua mengerti bahasa Indonesia). Kontan aku tertawa dan mereka juga ikut tertawa. Lalu penerjemahku (Mila) langsung mengambil alih menjelaskan kepada mereka. Hahahaha...&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhqMuWpZvqI/AAAAAAAAAMk/N75iyMp4V0Y/s1600-h/tangse+5.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051504660030537378" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 154px; CURSOR: hand; HEIGHT: 123px" height="150" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhqMuWpZvqI/AAAAAAAAAMk/N75iyMp4V0Y/s200/tangse+5.jpg" width="172" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:78%;"&gt;Mila bersama keluarga Cut Bit (jilbab hijau), k&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:78%;"&gt;elihatan kan kalau mereka lebih suka pakai kain sarung&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Saat maghrib tiba, kami shalat berjamaah. Mamak Azizah bertindak sebagai imam untuk anak-anak cewek. Setelah itu rencananya kita akan mengikuti acara “Dakwah”(ceramah menyambut Maulid) di Meunasah (mushala). Tapi diluar hujan deras banget jadi kayaknya batal untuk ikut menghadiri dakwah. Jadi setelah shalat maghrib aku tidur saja (dingin banget di Tangse, bawaan lapar dan ngantuk). Jangan salah kalo cuma 2 hari di tangse aku udah kelihatan gemuk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sekitar jam 21.50 hujan reda, dan kami memutuskan untuk datang ke acara dakwah di Meunasah. Sesampai disana acara dakwah sudah dimulai. Tengku (panggilan untuk ustadz di Aceh) sedang menceritakan sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW dalam bahasa Aceh. Aku antara tahu dan tidak tetap mendengarkan, dan sekali-sekali coba jepret sana, jepret sini. Tapi hasilnya kurang bagus karena cahaya yang minim banget.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mengenai Teknologi dan Transportasi &lt;/span&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RheMLmpZvGI/AAAAAAAAAIQ/th36_bu5wnU/s1600-h/mobil+halo2.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RheNk2pZvLI/AAAAAAAAAI4/WprjlOrTdhg/s1600-h/jembatan+kuning.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Paling tidak Tangse bukan daerah yang tertinggal banget. Ada listrik, PDAM, jaringan Telp, bahkan dibeberapa rumah ada parabola. Mengenai jaringan untuk HP memang ada, tapi buruk banget.&lt;/span&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhqNM2pZvsI/AAAAAAAAAM0/Y3TVD6sb6W0/s1600-h/tangse+7.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051505184016547522" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 130px; CURSOR: hand; HEIGHT: 165px" height="200" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhqNM2pZvsI/AAAAAAAAAM0/Y3TVD6sb6W0/s200/tangse+7.jpg" width="130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhqM62pZvrI/AAAAAAAAAMs/cJhTrocqZeo/s1600-h/tangse+6.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051504874778902194" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 124px; CURSOR: hand; HEIGHT: 164px" height="183" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhqM62pZvrI/AAAAAAAAAMs/cJhTrocqZeo/s200/tangse+6.jpg" width="150" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Selama aku disana baru sewaktu aku akan pulang ada sinyal. Itupun sebatas jaringan dari Telkomsel. Yang bisa kukatakan kalau disana hampir setiap rumah memiliki motor. Orang Aceh mengatakan motor kereta atau Honda (ini bukan menyatakan brand tertentu, tapi Honda itu jadi identik dengan motor untuk orang Aceh. Walaupun kita naik motor dengan merk yang lain tetap dikatakan Honda), dan untuk mobil disebut motor. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jadi jangan heran kalau kamu ke Aceh terus nanya mau kewarung saja mereka naik kereta, itu bukan kereta seperti umumnya yaitu kereta api, tapi kereta yang dimaksud itu motor. Dan saat dikatakan naik motor, yang kamu lihat mereka membawa mobil. Jembatan penghubung di Tangse rata-rata adalah jenis jembatan gantung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Karena Tangse dikelilingi sungai, dan jembatan gantung banyak digunakan disana. Jalan di tangse sudah beraspal, khususnya jalan Negara. Hanya saja kadang longsong membuat kita akan sulit untuk melewati jalan-jalan itu. Apalagi bila sehabis hujan, harus hati-hati banget.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sarana MCK&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Nah yang bikin aku gak nyaman disana adalah sarana MCK. Kamar mandinya minimalis banget. Dinding kayu yang tidak rapat, antara kayu yang satu dengan yang lain terdapat celah-celah, jadi kalau mau mandi kita harus pakai basahan (kain sarung, karena takut diintip). Terus WC juga begitu. Dan masih banyak rumah-rumah yang tidak memiliki WC sendiri, sehingga sungai menjadi tempat untuk MCK. Kamu juga akan menemuai MCK-MCK mini (sekedar tertutup sekitar satu meter sekelilingnya) di sepanjang jalan di Tangse. Setiap ada mata air, disitu pasti ada MCK mininya. Itu ditujukan untuk pejalan yang tiba-tiba ingin buang air kecil atau whuduk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hasil Kebun&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Disepanjang jalan yang kulalui menuju kerumah Azizah, kulihat kalau disemua rumah rata-rata memiliki pohon coklat, pinang, kopi, durian, langsat, kelapa. Tapi yang paling banyak dan rata-rata ada yaitu pohon coklat. Dan Durian Tangse sudah sangat terkenal dengan rasanya yang enak dengan daging buah yang tebal. Kalau musim durian tiba maka durian Tangse bakal banyak dicari. Bahkan orang-orang kota rela untuk datang langsung ke Tangse untuk membeli durian dari kebunnya.&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhqQP2pZvvI/AAAAAAAAANM/6zCCgtp1yns/s1600-h/tangse+8.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051508534091038450" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 172px; CURSOR: hand; HEIGHT: 146px" height="150" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhqQP2pZvvI/AAAAAAAAANM/6zCCgtp1yns/s200/tangse+8.jpg" width="179" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hasil Persawahan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tangse terkenal dengan berasnya yang sangat enak. Bahkan makan nasi dengan kerupuk saja sudah sangat enak, asalkan berasnya beras Tangse. Makanya jangan heran dua hari disini sudah membuat aku gemuk, makan melulu sih. Sayur-sayurnya juga memiliki mutu yang bagus. Cabai, tomat, kol, adalah beberapa hasil persawahan di Tangse. Itu akan kamu temui sepanjang jalan di Tangse. Sawah yang sedang ditanami padi atau tanaman cepat panen seperti cabai, bawang, kok dll.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Makanan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Masakan Tangse hampir sama dengan masakan Aceh pada umumnya, pedas dan kaya akan rempah-rempah. Walaupun begitu aku masih suka masakan Banda Aceh. Hanya saja di Tangse sangat kurang jajanan. Mungkin orang disini tidak biasa untuk makan makanan kecil. Kamu tidak akan menemukan KFC, pizza, burger, bahkan bakso saja tidak tersedia disana. Selama aku disana aku cuma makan nasi, paling makan mie goreng di warung sewaktu jalan-jalan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kebiasaan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;kebiasaan orang-orang disini sering pakai ija krung (baca: kain sarung), baik perempuan maupun laki-laki. Tidak boleh pakai baju dan celana yang ketat. Boncengan satu motor cewek-cowok yang bukan pasangan sah (sudah menikah). Kebanyakan laki-lakinya hanya sampai sekolah SMU saja. Lalu banyak menghabiskan waktu di dayah (pesantren). Cita-cita tertinggi mereka menjadi seorang Tengku (baca: ustadz), dan itu juga cita-cita orang tua mereka. Punya anak laki-laki Tengku dan kalau bisa punya menantu seorang Tengku. Seputar itu deh. Itu ku tahu saat bincang-bincang dengan adik Azizah (perbincangan yang aneh: dia ngomong dalam bahasa Aceh, aku jawab bahasa Indonesia, lalu dia balas dengan bahasa Aceh lagi, aku tetap menjawab dengan bahasa Indonesia…hihihi)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pukul 06.15 keesokan harinya (waktu menurut jam dikamar Azizah). Aku langsung mandi dan segera untuk shalat subuh. Azizah sampai keheranan melihat aku mandi pagi-pagi sekali. Karena dingin banget airnya. Aku bela-belain mandi karena saat itu saat yang paling nyaman untuk mandi (sepi dan yang lain masih pada tidur).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Setelah bantu-bantu nyapu rumah dan cuci piring, kami merencanakan untuk pergi ke Ie Rheut (ie=air, rheut=jatuh, ie rheut=air terjun)Sepanjang perjalanan menawarkan pemandangan yang indah. Untuk menuju kesana kami harus melewati kota kecamatan Tangse (kota diatas bukit). Ie Rheut berada didesa Alue Lhok.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kira-kira 30 menit dari desa Blang Dhot. Sesampai disana ternyata tidak seperti yang kubayangkan. Hanya air terjun kecil (menurutku belum bisa dibilang air terjun), tapi pemandangan menuju ke Ie Rheut bagus banget. Lalu kami melanjutkan perjalanan kembali menuju rumah. Karena rencananya siang ini aku akan kembali ke Banda Aceh.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhqQdWpZvwI/AAAAAAAAANU/ZATCBTUKkUc/s1600-h/pemandangan+2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051508766019272450" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 129px; CURSOR: hand; HEIGHT: 123px" height="150" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhqQdWpZvwI/AAAAAAAAANU/ZATCBTUKkUc/s200/pemandangan+2.jpg" width="189" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhqQtmpZvyI/AAAAAAAAANk/gcNbyifXYq0/s1600-h/tangse+92.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051509045192146722" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 129px; CURSOR: hand; HEIGHT: 123px" height="150" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhqQtmpZvyI/AAAAAAAAANk/gcNbyifXYq0/s200/tangse+92.jpg" width="193" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhqQl2pZvxI/AAAAAAAAANc/DWoNs1wKxYs/s1600-h/pemandangan+3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051508912048160530" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 143px; CURSOR: hand; HEIGHT: 123px" height="150" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhqQl2pZvxI/AAAAAAAAANc/DWoNs1wKxYs/s200/pemandangan+3.jpg" width="183" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Lagi-lagi sial, karena ternyata mobil yang berangkat ke Banda Aceh siang ini tidak ada. Padahal itu satu-satunya mobil yang menuju ke Banda Aceh siang ini. Aku dan Mila sudah mulai cemas. Karena aku harus kerja besok dan Mila juga harus kuliah. Akhirnya diputuskan untuk nanti malam menunggu mobil dari Meulaboh yang menuju Banda Aceh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Karena tidak jadi pulang siang itu, maka sorenya aku diajak untuk pergi ke rumah salah satu Tengku untuk menjengguk istrinya yang baru saja melahirkan. Aku setuju tapi karena harus pakai rok, dan aku tidak bawa persediaan rok maka aku batal ikut mereka, tapi Mila ikut. Azizah maksa aku ikut dengan cara aku pakai ija krung (kain sarung). Ogah ah, dari pada disuruh pergi pakai kain sarung mending aku tidur dirumah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sehabis magrib aku bersiap-siap untuk berangkat pulang. Tapi diluar hujan deras sekali. Lalu abang Azizah menyarankan untuk pulang besok pagi saja. Karena takut ada longsor. Dan kali ini aku tidak bisa berbuat apa-apa, habis sudah usahaku untuk dapat masuk kantor esok. Dan aku pasrah. Dan untuk besok abang Azizah sudah menbooking tempat untuk mobil yang kami tumpangi (biasa…di dekat pintu di baris kedua).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Come home&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebeeeeeelllll...Mual…Alhamdulillah. Itu tiga kata yang mewakili saat aku berangkat dari Tangse menuju Banda Aceh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebel karena aku tidak dapat tempat duduk yang sesuai dengan pesananku. Mana aku dan Mila duduk terpisah lagi. Aku duduk di baris ketiga dan diapit oleh seorang nenek dan seorang ibu yang gemuk sedangkan Mila tidak kalah sialnya duduk di baris pertama sama supir. Dia diapit oleh wanita gemuk. Ah mana dia kurang enak badan tadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mual karena sepanjang aku dari Tangse sampai Banda Aceh, bau durian memenuhi mobil. Mana jalannya berbelok-belok lagi (jalan khas Tangse). Huek…huek…hampir saja aku muntah. Tapi aku tahan, kepalaku pusing bukan kepalang. Duh durian, engkau makin membuatku semakin tidak suka padamu. Aku memang tidak suka sama durian, baunya itu loh bikin pusing. Tapi mau gimana lagi, soalnya duriannya bukan punya siapa-siapa sih, itu durian kepunyaan Mila (doyan banget tuh anak sama durian). Jadi ya sabar aja. Tapi aku tau kalau dia agak rasa bersalah melihat aku yang merengut sepanjang perjalanan gara-gara bau durian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Alhamdulillah…itu yang ku ucapkan ketika sampai di rumah. Akhirnya tiba juga dirumah dengan selamat. Dan langsung menelpon kantor untuk memberi kabar pada bos kalo aku baru saja sampai dari Tangse. Alhamdulillah beliau ngerti dan menyuruh aku istirahat saja, tidak usah masuk kerja hari ini. So, istirahat sambil buat laporan perjalanan ini jadi pilihanku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Buat teman-teman yang ingin aku kunjungi, aku tunggu undangan kalian ya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-1572477252994289003?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/feeds/1572477252994289003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4776935296774067474&amp;postID=1572477252994289003&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/1572477252994289003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/1572477252994289003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/04/kisah-perjalanan-tangse.html' title='Kisah Perjalanan Tangse'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhpZwGpZvUI/AAAAAAAAAJ8/AWL3ESRHQJc/s72-c/tangse+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-3048435743790070371</id><published>2007-04-09T21:54:00.000+07:00</published><updated>2007-07-28T00:33:16.093+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kali ini via Langit ya...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhpVIWpZvTI/AAAAAAAAAJ0/eBXuSEb0p_o/s1600-h/via+langit.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051443534055980338" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhpVIWpZvTI/AAAAAAAAAJ0/eBXuSEb0p_o/s200/via+langit.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Backsound : &lt;em&gt;Estranged by Guns N’ Roses&lt;/em&gt; (langsung ingat kamu)&lt;em&gt; &lt;/em&gt;dan&lt;em&gt; Lets Make Love nya Faith Hill &lt;/em&gt;(kalau ini kamu dengerin pasti langsung ingat aku) &lt;em&gt;dari&lt;/em&gt; &lt;em&gt;musicmacth jukebox&lt;/em&gt; di computer ku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hari ini berlalu tanpa kehadiranmu. Serasa ada yang hilang dalam diriku. Ya pastilah, paling tidak aku kehilangan teman buat ngobrol malam ini. Tapi bayang dan semangatmu terus ada dijiwa ini.Saat ini kurasa kau sudah berada dirumahmu, rumah orang tuamu tepatnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kau memutuskan untuk berakhir pekan ke kampungmu, setelah dua bulan lebih tidak mengunjungi mereka. Dan sialnya sinyal Simpati buruk banget disana. Sehingga aku tidak bisa menghubungimu malam ini. Walau hanya sekedar untuk mendengar suaramu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan yang bikin kesedihan ini begitu sempurna adalah cuaca yang hujan disini membuat sang bulan tidak menampakkan bundarannya dilangit. Malam saat aku keluar rumah ingin sms-an atau chatting bersamamu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seperti janji kita untuk selalu berkomunikasi dengan bulan bila alat komunikasi buatan manusia tidak bisa menyentuh tempat-tempat tertentu. Seperti hari ini, malam ini. Tapi kurasa langitpun bisa menyampaikan kata-kata jiwaku padamu. Kita sms-an dan chatting via langit ya…&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sesekali asyik juga berada dalam keadaan tak berteknologi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hari ini kulewati sambil terus memikirkanmu. Asyik banget bila saat melakukan setiap kegiatan kau juga mendampingiku. Dimulai dengan melakukan pencarian dan coba mulai memikirkan. Setelah beberapa hari aku sibuk bersolek (katamu dalam sehari warna template blog-ku bisa berganti dari coklat…putih…abu-abu dan kini kembali putih), kayaknya tiba saatnya aku untuk mulai berbenah diri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terimakasih buat nasehatnya selama ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oiya, satu lagi. Besok pagi aku juga akan pergi kekampung, bukan kampungku tapi kampung temanku. Dan kau tau. Jangankan buruk, sinyal simpatipun tidak sampai kesana. Kampuuuuuung banget daerahnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku akan benah-benah (beres-beres) dulu sekarang. Supaya besok gak terburu-buru. Tahukan perempuan banyak banget yang harus dibawa. Tapi kali ini aku akan bawa sesimpel mungkin. Dan kukira stok baju yang sudah lama dimusiumkan harus dikeluarkan kembali. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hey, aku pergi ke kampung di daerah pedalamana Aceh (syariat Islam kental disana). Tidak mungkin aku pakai celana jeans dan baju kaos seperti sekarang. Paling tidak sepasang baju abaya sudah cukup untuk kubawa dan akan kupakai pada acara puncak Maulid. Selain beberapa pasang underwear (ini yang penting, gak mungkin minjam kan?).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sampai jumpa lagi di peradaban ya…&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Sok tahu banget aku. Memangnya Tangse seberapa tak berteknologinya siy? (ini PR buat ku) &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-3048435743790070371?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/feeds/3048435743790070371/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4776935296774067474&amp;postID=3048435743790070371&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/3048435743790070371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/3048435743790070371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/04/kali-ini-via-langit-ya.html' title='Kali ini via Langit ya...'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhpVIWpZvTI/AAAAAAAAAJ0/eBXuSEb0p_o/s72-c/via+langit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-7048189716391299479</id><published>2007-04-09T21:39:00.000+07:00</published><updated>2007-07-28T00:32:32.402+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalaman'/><title type='text'>KHS beres. Tangse...I'm coming...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Aku celinggak-celingguk dari bangku belakang motor yang dibawa Fian (temen se-dinasku) saat mulai memasuki halaman depan kampus untuk melihat apakah temanku Mila udah nyampe. Soalnya aku sudah janji untuk jumpa dikampus pagi ini. Memang aku agak telat siy, soalnya tiba-tiba mantan bosku datang kekantor dan ingin membahas sedikit tentang kerjaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Nah, itu dia disana lagi cekakak-cekikik sama teman-teman sekelasnya di teras kantor Biro.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Aku ke akademik dulu ya,” teriakku dari atas motor, sambil tanganku menunjuk kearah gedung akademik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kulihat dia menggangguk.Teriak-teriak kayak dihutan saja aku pikir. Ah biar saja, toh kampus lagi sepi, masih musim libur siy. Hanya ada beberapa orang yang ku lihat di pelataran parkir, yang agak ramai di gedung akademik. Pasti lagi ngurus KRS atau ngambil KHS pikirku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Langsung ingat sama nilai MK Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan ku yang tidak ada nilai.Sial, padahal aku sudah ikut ujian, gara-gara lembar jawabannya sembunyi entah dimana terpaksa aku harus ikut ujian ulang. Dan itu yang menjadi tujuanku juga datang kesini, mau ujian ulang yang sudah tertunda 10 hari gara-gara aku tidak bisa ijin dari kantor. Kalo dibilang siap siy tidak juga. Tapi aku selalu punya jurus andalan kalo udah tidak bisa lagi menjawab soal-soal ujian, tau tidak apa jurus ku? “Mengarang indah,” hahaha.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Untungnya MK-ku banyak yang hafalan jadi tidak mesti pasti-pasti banget jawabnya kayak yang dibuku (hanya untuk case tertentu). Asal intinya udah kena, udah deh. “Langsung pulang niy?” tanyaku pada Fian sesampai didepan gedung akademik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Lama nggak? Memang kamu mau masuk kantor lagi nggak?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Masuk, tapi ntar jam 12an”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Oke, aku balik kantor aja. Pulang sendiri kan?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Yup” jawab ku sambil tersenyum manis (hi…itu juga kata kamu loh)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Langsung aku berjalan menuju pintu masuk ruang akademik. Setelah pandangan menyapu seluruh ruangan, aku langsung tertuju pada sosok cewek hitam manis yang duduk di belakang meja administrasi. Langsung kedekati dia. Sambil senyum aku berjalan kearahnya dan dia pun membalas senyumku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Asyik…cuaca cerah niy “Gimana kak Ita? Jadi ujian ulangnya?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Udah beres, nilainya tanya aja langsung sama Bang Wan” ucapnya. Kali ini suara mu terdengar begitu merdu banget ditelingaku. Alhamdulillah, gak jadi ujian ulang dunk. Belum lagi aku sampai kemeja Pak Wan, dari jauh dia sudah teriak-teriak yang sok akrab gitu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Hey. Sini kamu. Udah saya jumpai dosenmu dan beliau langsung memberikan nilai,” ujarnya semangat 45.Sambil tersenyum senang aku langsung menghampirinya. Walau kau berteriak-teriak dengan suara jelekmu, tapi kali ini terdengar begitu merdu bagiku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Nilainya apa pak?” Tanya ku tanpa basa-basi“A”Lagi dunk…lagi…coba ulang sekaliiiii lagi, merdu banget siy suaramu saat mengucap satu kata itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Makin lebar saja senyumkuMenurut Pak Wan, nilai ini diambil berdasarkan pertimbangan nilai-nilaiku yang lain. Aku memiliki 6 nilai A, 4 nilai B, 1 nilai C dan 1 nilai D (yang tak terlihat olehnya ).Tapi kini, nilai D itu terlihat jelas sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Bagaimana dengan nilai yang D ini? Apa nggak mau di konfirmasi?” tanyamu agak terkejut dengan satu huruf yang tidak mathcing dengan teman-temannya nonggol di data computermu.“Gak bisa di hubungi pak,” jawabku sekenanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Beliau ada kok diruang biro,” ujarmu seakan menyarankan aku untuk menjumpainya. Sebenarnya 10 hari yang lalu saat kau bilang nilaiku ada yang D, aku sudah ingin temui dosen MK yang bermasalah itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Paling tidak aku sudah pernah sekali menelpon ke Hp dan rumahnya. Tapi tidak berhasil kutemui. Dan bagiku sekali mencoba sudah cukup. Lagian meminta-minta nilai kayaknya, “bukan aku banget deh”. Walau teman-temanku banyak yang melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ah kuliah kalo lurus-lurus aja kurang asyik kali ya.Ini kuanggap warna-warni dalam perkuliahan.“Ya sudah pak, biar saja begitu”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Ya sudah kalau begitu, langsung saya print ya”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;tetterettetet…..Mesin print sedang menjalankan fungsinya. Terlihat kertas KHS ku meluncur keluar. Terlihat deretan huruf-huruf dan angka-angka pada lembaran itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ah,lumayan…“Makasi pak”Aku langsung ngacir untuk menjumpai Mila&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Hai Num…gimana? Udah ujiannya?” tanya Mila sesampai aku di sebelahnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mila adalah sahabatku. Kami sudah saling kenal semenjak 5 tahun yang lalu. Saat itu kami bekerja ditempat yang sama. Dari situ kami mulai akrab. Mila sangat pengertian dan sabar, itu yang membuat aku sayang padanya. Dia pernah selama 1 bulan tinggal dirumahku saat tsunami melanda Aceh. Saat itu dia tidak memiliki tempat tinggal lagi di kota ini. Keluarga kakaknya (tempat tinggal dia yang dulu) meninggal semua. Terus dia tinggal bersama saudaranya yang jauh, karena tidak betah lalu aku memintanya untuk tinggal bersamaku. Setelah satu bulan ternyata saudaranya yang lain sudah kembali kesini, dan dia tinggal bersama mereka sampai sekarang.&lt;br /&gt;“Batal ujiannya, niy aku udah dapat KHS”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Berapa?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“3,25” sambil memperlihatkan lembaran KHS kuMemang gak seberapa siy dibanding kamu yang 3,75, kamu kan rajin. Tapi bagiku ini berkah banget. Soalnya aku males banget masuk kuliah. Selain sudah capek kerja, kamu kan tau sendiri kalo aku ini “Sleeping Beauty”. Makanya nilaiku ada yang D, gara-garanya aku tidak mengikuti midtest (ketiduran euy).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“So gimana rencana kemaren? Jadi gak kita ke Tangse? ke tempat Azizahkan?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Azizah adalah teman Mila yang tinggal satu kamar dengannya. dia juga tidak punya tempat tinggal di Banda Aceh, maka Mila mengajaknya untuk tinggal bersama dengannya. Saat ini Azizzah sedang pulang ke kampungnya di Tangse. Dan mengundang Mila untuk datang kesana dan boleh juga membawa kawan-kawan yang lain juga. maka aku terpilih sebagai orang yang diajak untuk kesana. Aku kenal Azizah cuma sepintas saja. Cuma sekedar tahu saja. Pernah beberapa kali Mila membawanya untuk silahturahmi kerumahku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Jadi dunk. Besok ya jam 8 pagi. Terus kita pulang hari minggu siang. Gimana?” kau menjelaskan jadwal keberangkatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Oke” jawabku antusiasasyik liburan…jalan-jalan…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Udah minta ijin belum?” tanya mu mengingatkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Duh…“Belum siy. Nanti rencananya aku bilang”“Aku mau pesan tiket niy. Jangan sampe gak jadi ya?” Ujarmu menekankan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Beres. Pasti dikasi kok”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pe-de banget aku. Padahal untuk nginep dirumah teman, ijinnya sulit banget. Apalagi keluar kota gini.“Nanti malam aku telpon ya” ucapmu saat berpisah denganku. Karena aku harus kembali kekantor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sore ini hujan, aku sedang asyik dengan komputerku. Nulis, dikit-dikit. Ah iya lupa, aku harus bilang niy kalo besok mau ke Tangse, tidak jauh kok, cuma 3 jam perjalanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Mak, besok Aloh (nama rumahku) ke Tangse ya?” tanyaku yang masih didepan computer hanya saja badanku menghadap kearah ibuku yang lagi asyik nonton sinetron.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Tanya ayah saja sana, mamak gak tau. Memang ada apa?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Ada acara Maulid di kampung Mila”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Kamu kalo acara Maulid disini gak pernah mau ikut. Sekarang pakai pergi jauh-jauh cuma mau hadiri itu”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Lain kan. Niy dikampung. Suasananya beda” jawabku meyakinkan. Namun ya tetap saja aku harus bicara dengan ayah lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sehabis maghrib aku menunggu ayah keluar dari kamar. Nah itu ayah sudah keluar menuju ketempatku duduk sekarang, di ruang keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Yah, besok aloh ke Tangse ya?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Buat apa? Tidak boleh. Lagian disana jalannya masih jelek,” jawab ayah tegas banget.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Gak jelek ah. Udah bagus kok,” jawabku lebih tegas lagi. Biar meyakinkan, walau aku tidak tahu. Pergi saja belum pernah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Kamu ada-ada saja…bla…bla…tidak boleh” ulang ayah lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Perginya sama Mila kok”Ayah tiba-tiba tidak membantah. Dan itu sebagai jawaban kalo ayah mengizinkan. Ah manjur juga nama Mila, kayak mantra aja. Ayahku lalu megijinkan. Senang siy walau agak sebel juga. Masa lebih percaya sama Mila dibanding aku. Tapi aku tidak peduli yang penting bisa pergi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tangseeeee…I’m coming… Tunggu ceritaku sepulang dari Tangse ya…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-7048189716391299479?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/feeds/7048189716391299479/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4776935296774067474&amp;postID=7048189716391299479&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/7048189716391299479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/7048189716391299479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/04/khs-beres-tangseim-coming.html' title='KHS beres. Tangse...I&apos;m coming...'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4776935296774067474.post-3818184540014219377</id><published>2007-04-09T21:25:00.000+07:00</published><updated>2007-04-09T21:53:27.700+07:00</updated><title type='text'>Ikut TSR Ah...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhpOBWpZvRI/AAAAAAAAAJk/koWu4l69Bkk/s1600-h/boneka+TS.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051435717215501586" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 136px" height="125" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhpOBWpZvRI/AAAAAAAAAJk/koWu4l69Bkk/s200/boneka+TS.jpg" width="150" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Siang yang panas. Dan aku berinisiatif untuk tidak kembali ke kantor setelah tadi mampir sebentar ke kampus untuk mengurus masalah nilaiku yang tidak keluar, gara-garamya lembar jawaban ku hilang, dan membuat aku gak punya nilai untuk satu MK, sehingga aku tidak bisa menerima KHS. Padahal aku sudah mengikuti ujian untuk semester ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kali ini aku melangkahkan kaki menuju warnet tempat biasa aku nongkrong berjam-jam, kadang hanya untuk chating dengan teman-temanku atau mencari bahan makalah untuk tugas kuliah. Saat aku membuka pintu warnet, udara dingin dari AC langsung menerpa wajah ku, adem banget. Baru tiga langkah aku masuk ke dalam, tiba-tiba aku dikejutkan dengan seorang ibu paruh baya yang sudah sangat ku kenal. Langsung senyum ku mengembang dan langsung mengambil tangannya dan meletakkan di keningku. “Apa kabar Bu?” Tanyaku sambil terus memandangi wajahnya. Kau masih seperti yang dulu pikir ku, hanya kerut ketuaan yang bertambah di wajah mu. Tapi binar itu tetap tampak di mata mu. Kau orang yang selama tiga tahun membimbing ku. Mana bisa aku lupa pada mu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Beliau adalah guru ku di SMU. Beliau mengajar pelajaran Bahasa Inggris dan beliau juga Pembina PMR di sekolah. Guru yang sangat telaten dalam membimbing muridnya. Beliau bukan hanya guru tapi juga teman, sahabat, kakak, orang tua bagi ku dan ku rasa juga bagi murid-murid yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Setelah mengobrol beberapa saat, aku menanyakan apakah beliau masih mengurusi kegiatan PMI di kota ku. Karena telah lama aku tidak bergabung lagi disana semenjak aku sudah mulai bekerja. Dan dia menganjurkan kepada ku untuk kembali aktif sebagai TSR singkatan dari Tenaga Suka Rela. Yang mana sebelumnya aku terdaftar sebagai anggota KSR (Korp Suka Rela) sejak aku lulus dari SMU. Aku aktif sebagai anggota PMR di SMU juga sebagai salah satu anggota Paskibraka di sekolah. Namun aku lebih banyak melakukan kegiatan di PMR. Selain memang aku suka, juga karena beliau sebagai pembinanya. Aku dan anak-anak PMR lainnya merasa sangat diayomi oleh beliau.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;PMR, KSR dan TSR adalah kelompok-kelompok kecil di PMI. Kalau PMR beranggotakan siswa SMP dan SMU, maka KSR beranggotakan mahasiswa atau ex siswa alias yang sudah tamat dari SMU. Sedang TSR beranggotakan KSR-KSR yang sudah bekerja atau tidak bisa secara aktif mengikuti kegiatan PMI. Mereka banyak hanya menjadi fasilitator dalam kegiatan-kegiatan PMI dan sebagai penyokong dana, soalnya mereka kebanyakan orang-orang sibuk dan sudah bekerja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Saat menjadi anggota KSR aku dan teman-teman melatih adik-adik PMR dalam bidang kepalang-merahan. Dari mulai membalut luka, membuat tandu, memasang tenda. Yang paling digemari pelajaran tentang penangangan henti jantung, soalnya pertolongannya dengan memberikan nafas buatan dari mulut ke mulut. Hehehe…dasar otak mesum. Di sana kita belajar tentang P3K. Mengenai apa yang dilakukan bila tiba-tiba kita bertemu dengan korban kecelakaan atau keracunan, tenggelam, digigit ular berbisa, tertembak, dan banyak lagi. Dimana pada saat itu kita gak mempunyai persiapan apa-apa. Mau membalut luka gak bawa kasa, mau menghentikan bisa ular gak punya torniket, mau menghentikan pendarahan gak punya alat, jadi ceritanya kita diajar untuk dapat menggunakan alat-alat alternatif di sekeliling kita bila kita berjumpa dengan kasus-kasus seperti yangku sebutkan diatas, kan ceritanya kejadian tak terduga. Namun harus seaman mungkin digunakan. Jadi alternatif ini tetap harus bisa menyelamatkan dan tidak menambah parah cedera si korban. Dan itu seru banget bagiku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ada beberapa perlombaan yang aku ikuti sewaktu aku masih anggota PMR. Sekolahku kerap mendapat juara dalam perlombaan antar sekolah maupun antar kabupaten/kota yang diadakan oleh PMI. Aku sering berada di kelompok P3K dan pasang tandu. Ada juga kelompok dapur umum, bongkar pasang tenda dan ada beberapa yang aku gak ingat. Semua diajarkan tapi nanti kita dibuat spesialisasi oleh Pembina PMR disekolah. Sewaktu di KSR aku juga ada ikut pelatihan Emergency dan survival. Tapi aku hanya ikut pada teori saja, soalnya sewaktu kegiatan dilakukan langsung ke alam terbuka di gunung atau jalanan, orang tua ku gak mengizinkan. Jadi pengetahuan ku hanya sebatas teori doang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Itu seputar kegiatan ku di PMR dan KSR dan aku berniat untuk kembali aktif di PMI namun hanya sebagai TSR saja seperti yang dianjurkan oleh guru ku tadi soalnya aku juga sibuk dengan kerja dan kuliah. Duh…ingat guru ku tadi, aku jadi ingat kalo aku harus belajar niy, kan besok harus ikut ujian ulang. Gara-gara lembar jawaban ku sembunyi entah kemana terpaksa deh aku ikut ujian ulang lagi. Nasib… mana gak ada satu pun teman ku yang free yang bisa nganterin aku pulang sekarang, semua pada sibuk. Giliran gak diminta pada nawarin semua. Angkotlah yang jadi andalan kali niy. Itung-itung berbagi sama sopir angkot.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4776935296774067474-3818184540014219377?l=hakikatbintang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/feeds/3818184540014219377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4776935296774067474&amp;postID=3818184540014219377&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/3818184540014219377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4776935296774067474/posts/default/3818184540014219377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hakikatbintang.blogspot.com/2007/04/ikut-tsr-ah.html' title='Ikut TSR Ah...'/><author><name>GJ</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_BtMqMu3tnew/R97AerOf12I/AAAAAAAAAn0/KHy799Vsr6k/S220/ks.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BtMqMu3tnew/RhpOBWpZvRI/AAAAAAAAAJk/koWu4l69Bkk/s72-c/boneka+TS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
